Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Peringatan HUT Ke-81 RI menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan optimisme seluruh elemen bangsa. Bagi Papua, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta mendukung keberlanjutan pembangunan yang tengah dipercepat pemerintah. Situasi keamanan yang kondusif merupakan prasyarat utama agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua.
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata di Papua melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai upaya tersebut akan memberikan hasil yang semakin optimal apabila seluruh komponen masyarakat bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, menghindari provokasi, serta mengedepankan dialog dan persatuan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Semangat nasionalisme memiliki makna yang sangat relevan bagi generasi muda Papua. Kaum muda merupakan penerus bangsa yang akan menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang. Oleh karena itu, energi, kreativitas, dan semangat yang dimiliki generasi muda perlu diarahkan pada berbagai kegiatan positif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat rasa cinta kepada tanah air. Nasionalisme bukan hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap simbol negara, melainkan juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, meningkatkan prestasi, dan mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Ketua DPD Barisan Merah Putih RI Provinsi Papua, Yeri Stenli Hamadi, yang menekankan pentingnya generasi muda menjadikan momentum peringatan HUT Kemerdekaan sebagai penguat semangat berkarya, menjaga persatuan, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Menurutnya, masa depan kepemimpinan bangsa berada di tangan pemuda sehingga mereka memiliki tanggung jawab besar untuk mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan produktif yang membawa manfaat bagi Papua dan Indonesia.
Yeri Stenli Hamadi, juga memandang bahwa organisasi Barisan Merah Putih hadir sebagai wadah yang terbuka bagi seluruh generasi muda untuk memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat kebangsaan yang kokoh. Organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda agar menjadi agen perubahan yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah serta unsur TNI dan Polri. Yeri Stenli Hamadi, menjelaskan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi langkah penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus mendukung kelancaran berbagai program pembangunan pemerintah. Sinergi tersebut juga diarahkan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga aktivitas sosial maupun ekonomi dapat berlangsung secara normal.
Semangat menyambut HUT Ke-81 RI juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Beragam perlombaan, kegiatan sosial, dan aktivitas kebangsaan yang diselenggarakan di berbagai daerah di Papua menjadi ruang mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan cerminan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dan menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman budaya Papua.
Di sisi lain, seluruh elemen masyarakat perlu mewaspadai berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Setiap bentuk kekerasan maupun tindakan anarkis tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga menghambat pembangunan dan mengurangi rasa aman masyarakat. Karena itu, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindak kekerasan merupakan bagian dari upaya negara dalam melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban umum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sikap tersebut tercermin dalam pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih, Max Ohee, yang menyampaikan keprihatinan atas insiden kekerasan terhadap masyarakat sipil di Kabupaten Yahukimo. Ia menilai bahwa tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan karena merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan daerah. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara damai merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung terciptanya Papua yang aman serta mendorong aparat keamanan mengambil langkah tegas sesuai kewenangannya terhadap setiap pelaku kekerasan.
Pandangan senada disampaikan Sekretaris Jenderal Barisan Merah Putih, Ali Kabiyai, yang menegaskan bahwa keamanan merupakan faktor utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Ia berpandangan bahwa kondisi Papua yang aman akan meningkatkan aktivitas ekonomi, memperkuat kepercayaan investor, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. Stabilitas keamanan pada akhirnya menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.
Sementara itu, Koordinator Pemuda Adat Tabi Kota Jayapura, Frank R. Tjoe, mengingatkan bahwa Papua memiliki nilai-nilai budaya dan kehidupan sosial yang menjunjung tinggi kedamaian. Ia memandang bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga Papua tetap aman serta mencegah munculnya korban akibat konflik. Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa perdamaian merupakan modal utama dalam membangun masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera.
Momentum HUT Ke-81 Republik Indonesia hendaknya menjadi penguat optimisme bahwa Papua memiliki masa depan yang semakin cerah. Berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah akan memberikan manfaat lebih besar apabila didukung oleh masyarakat yang bersatu, memiliki semangat nasionalisme yang kuat, serta menolak segala bentuk provokasi dan kekerasan.
)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua