Oleh : Awaluddin Jamin )*
Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul–Hebat (AMANAH) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 menjadi momentum penting dalam mengaktifkan kembali pusat kreativitas pemuda Aceh sebagai ruang kolaborasi yang lebih luas dan terintegrasi. Program ini diarahkan untuk memperkuat sinergi antara generasi muda, dunia usaha, komunitas kreatif, serta pelaku UMKM, guna mendorong lahirnya inovasi dan peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan kolaboratif, AMANAH diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan kapasitas pemuda sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Aceh.
Diantara program kolaborasi yang dilakukan AMANAH adalah memperkuat ekosistem kreatif pemuda melalui penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB). Acara ini digelar di Gedung Amanah, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dengan mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan.”
Melalui kegiatan ini, AMANAH menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kreatif pemuda Aceh menjelang peluncuran ulang, dengan harapan lahir generasi yang inovatif, berkarakter, dan siap membawa daerah menuju kemajuan berkelanjutan. Berbagai sesi pelatihan seperti Vision Building, Life Roadmap, dan Communication & Public Speaking dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis peserta.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, FLB juga menghadirkan narasumber inspiratif, Akademisi Universitas Syiah Kuala, Said Muniruddin yang memberikan materi utama terkait pengembangan pola pikir kewirausahaan. Ia menekankan bahwa daya saing global pemuda Aceh sangat ditentukan oleh kesiapan mental dan visi yang dimiliki.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis AMANAH dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan. Para peserta yang terlibat telah melalui proses seleksi ketat dari puluhan pendaftar terbaik, sehingga menghasilkan kelompok pemuda dengan potensi unggul. Antusiasme tinggi terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan kesiapan mereka dalam mengembangkan kapasitas diri.
Ketua Yayasan AMANAH, Saifullah Muhammad menegaskan pentingnya penguatan ekosistem kreatif sebagai fondasi pembangunan pemuda. Pihaknya ingin memastikan bahwa generasi muda Aceh memiliki pola pikir kepemimpinan yang kuat, kreatif, serta mampu berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan nilai kebangsaan.
Pemuda Aceh memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat global, selama mereka membangun entrepreneurial mindset yang solid, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga dari kekuatan visi dan nilai spiritual. Selain itu, perlunya keseimbangan kemampuan agar pemuda Aceh mampu bersaing di tingkat global dengan didukung fondasi yang kuat. Pendekatan growth mindset menjadi kunci agar pemuda mampu menguasai soft skill dan hard skill secara seimbang sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Selain menyelenggarakan Future Leaders Bootcamp (FLB), AMANAH juga memperkuat kolaborasi strategis dengan Kantor Perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Provinsi Aceh dalam upaya membangun ekosistem ekonomi produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan generasi muda. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kewirausahaan muda, pengembangan UMKM, serta optimalisasi komoditas unggulan daerah agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di Aceh.
AMANAH berkomitmen membangun ekosistem pemberdayaan generasi muda Aceh yang tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak luas bagi masyarakat. Program pemberdayaan ini diarahkan pada penguatan growth mindset, peningkatan soft skill dan hard skill, serta sertifikasi kompetensi agar anak muda Aceh mampu mandiri secara ekonomi dan menjadi pelaku pembangunan di daerahnya.
Melalui kolaborasi ini, AMANAH dan BSI diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausaha muda Aceh yang tangguh, memperkuat UMKM agar naik kelas, serta mempercepat terwujudnya pertumbuhan ekonomi Aceh yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan muda, AMANAH mengelola kawasan pemberdayaan ekonomi di Kawasan Industri Ladong, Aceh Besar, dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar yang diresmikan pada akhir tahun 2024. Kawasan seluas sekitar 5 hektar tersebut dirancang sebagai pusat inovasi dan inkubasi bisnis bagi anak muda Aceh, yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap Pembangunan ekonomi kreatif.
Berbagai fasilitas strategis tersedia di kawasan ini, antara lain gedung utama AMANAH, studio podcast, studio fashion, galeri UMKM, rumah kopi, rumah produksi nilam, rumah teknologi, rumah kemasan, greenhouse hortikultura, area budidaya ikan bioflok, aula pertemuan, asrama pelatihan, serta area pameran UMKM.
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi berbagai peralatan produksi bernilai tinggi seperti mesin roasting kopi, fasilitas pengolahan minyak nilam, serta peralatan produksi dan pengemasan berbagai produk turunan seperti kosmetik dan skincare.
Tujuan dilakukannya Relaunching adalah untuk menghidupkan kembali aktivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif generasi muda Aceh, dan mengembangkan produk lokal. Sebagai wadah inovasi dan kreativitas anak-anak muda Aceh, diharapkan menjadi embrio bagi ekonomi-ekonomi startup, kemudian juga ekonomi-ekonomi dengan sentuhan teknologi modern, sehingga menggeser dari yang sebelumnya tradisional menuju ke modernisasi.
Pada akhirnya, relaunching AMANAH menjadi momentum penting dalam menegaskan bahwa masa depan Aceh berada di tangan generasi mudanya. Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat, peluang untuk mengoptimalkan potensi menjadi semakin terbuka lebar. Jika konsistensi program ini terus dijaga, maka bukan tidak mungkin generasi muda Aceh akan tampil sebagai kekuatan baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sekaligus membawa daerahnya menuju pembangunan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
)* Pemerhati Sosial Kemasyarakatan