Di Tengah Gejolak Global, Hilirisasi Jadi Andalan Ekonomi Indonesia

Jakarta – Di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik geopolitik, Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid melalui strategi yang terarah dan berkelanjutan. Salah satu pilar utama yang diperkuat pemerintah adalah hilirisasi industri, yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional agar lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.

Kebijakan ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengelola potensi domestik secara optimal di tengah tekanan eksternal yang dinamis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif karena didukung oleh permintaan domestik yang kuat serta kebijakan pemerintah yang adaptif. Ia menyampaikan bahwa hilirisasi dan investasi menjadi strategi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang.

“Indonesia memiliki lahan, energi yang kompetitif, serta potensi energi bersih yang besar, sehingga menjadi daya tarik utama bagi investor global,” jelas Airlangga. Ia juga menambahkan bahwa minat investasi, termasuk di sektor pusat data, terus meningkat seiring dengan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Menurut Airlangga, kekuatan pasar domestik yang besar menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik investasi. “Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, sektor digital seperti kecerdasan buatan dan komputasi membutuhkan dukungan infrastruktur, termasuk pusat data, yang kini berkembang pesat di Indonesia,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat pertumbuhan baru dalam ekonomi digital global.

Dukungan terhadap kebijakan hilirisasi juga datang dari lembaga internasional. Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update April 2026 menilai bahwa hilirisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan nilai ekonomi, khususnya di sektor pertambangan.

Indonesia dinilai memiliki keunggulan komparatif dalam produk tambang setengah jadi serta potensi besar untuk mengembangkan produk hilir berbasis nikel, baja, dan logam lainnya.

Bank Dunia menyebut bahwa dengan kebijakan yang tepat, hilirisasi dapat mendorong transformasi menuju industri yang lebih bernilai tambah dan berkelanjutan.

“Dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan terukur, Indonesia dapat memperkuat aktivitas industri yang lebih hijau dan bernilai tambah tinggi,” tulis laporan tersebut.

Dengan berbagai capaian dan pengakuan tersebut, hilirisasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan ini mencerminkan langkah strategis pemerintah dalam membawa Indonesia menuju ekonomi yang lebih modern, inklusif, dan tangguh di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top