Perjalanan Reformasi Masih Berlanjut Melalui Penguatan Institusi Negara

JAKARTA – Wacana aksi Reformasi Jilid II yang disampaikan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah mendapat respons dari pemerintah dan berbagai elemen nasional.

Di tengah tuntutan tersebut, penguatan institusi negara dan stabilitas ekonomi dinilai menjadi bagian penting dari kelanjutan agenda reformasi yang telah berjalan selama hampir tiga dekade.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah menghargai aspirasi mahasiswa yang meminta perbaikan kondisi ekonomi nasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan ekonomi memiliki tingkat kompleksitas yang tidak dapat diselesaikan hanya dalam batas waktu tertentu.

“Kami menerima aspirasi tersebut sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah. Tapi ya mohon maaf, tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan, tidak semuanya bisa seperti itu,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, tantangan ekonomi nasional dipengaruhi berbagai faktor global maupun domestik sehingga membutuhkan proses penanganan yang matang.

Pemerintah memandang ultimatum 18 hari yang disampaikan mahasiswa bukan sebagai tekanan yang kaku, melainkan dorongan agar kabinet terus meningkatkan kinerja dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Respons serupa juga datang dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Ia menilai persoalan ekonomi, demokrasi, dan tata kelola pemerintahan memang perlu menjadi perhatian bersama. Namun, penyelesaiannya tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.

“Ya berbagai persoalan ini bukan hanya menjadi persoalan pemerintah semata, tetapi kita sebagai warga bangsa juga harus bersama-sama memberikan pemikiran, bergotong-royong untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata Hasto.

Hasto juga berharap Presiden Prabowo Subianto terus memberikan arah yang jelas dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang, terutama terkait kepastian hukum, akuntabilitas, dan transparansi yang dibutuhkan dunia usaha.

Di sisi lain, kondisi sektor perbankan nasional menunjukkan kinerja yang tetap kuat.

Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan fundamental bank-bank BUMN berada dalam kondisi sangat baik.

“Saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus, sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan, terhadap kondisi fundamental di bursa,” tegas Putrama.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan institusi ekonomi nasional terus berjalan, menjadi bukti bahwa agenda reformasi tidak berhenti pada dinamika politik, tetapi berlanjut melalui pembangunan tata kelola dan fondasi ekonomi yang semakin kokoh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top