Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi antara Indonesia dan Mesir sebagai langkah strategis memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta memperkuat hubungan perdagangan kedua negara. Dorongan tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi seusai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta.
“Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang ekonomi, terutama bidang perdagangan, investasi. Untuk itu, kami telah mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Mesir,” ujar Prabowo.
Pembentukan EPA diharapkan menjadi instrumen penting dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas, sekaligus meningkatkan keterlibatan pelaku usaha Indonesia dan Mesir. Kerja sama tersebut juga berpotensi memperkuat daya saing produk nasional melalui perluasan jaringan perdagangan internasional.
Selain mendorong EPA, Prabowo menyambut positif inisiatif Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama The Sovereign Fund of Egypt (TSFE) untuk membentuk dana investasi bersama atau joint investment fund.
“Saya menyambut baik inisiatif pembentukan joint investment fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan penguatan hubungan Indonesia dan Mesir membutuhkan kerja sama konkret. Hal tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Kolaborasi investasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembiayaan proyek strategis dan membuka peluang kemitraan bisnis yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kedua negara.
Penguatan hubungan bilateral juga mencakup sektor kelautan dan perikanan, termasuk pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian.
Pertemuan kedua pemimpin sekaligus menjadi kelanjutan kemitraan strategis Indonesia-Mesir yang disepakati pada April 2025. Kemitraan tersebut diarahkan untuk menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak langsung terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan ekonomi dengan Mesir berpotensi membuka akses perdagangan yang lebih luas, termasuk peluang menjangkau pasar kawasan Afrika dan Timur Tengah. Namun, realisasi manfaat tersebut tetap membutuhkan tindak lanjut perundingan dan implementasi kerja sama yang terukur.
Melalui dorongan pembentukan EPA, pemerintah menunjukkan komitmen memperluas kemitraan ekonomi internasional, meningkatkan peluang investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penguatan hubungan ekonomi jangka panjang sekaligus menghadirkan peluang baru bagi pelaku usaha kedua negara.