Pemerintah Perluas Cakupan MBG, Penyempurnaan Program Perkuat Ketepatan Sasaran

Hingga awal Oktober 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah juga terus menyempurnakan pelaksanaan program melalui penataan distribusi, penguatan standar kebersihan dan keamanan pangan, serta reformasi tata kelola BGN.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa realisasi program makan bergizi gratis (MBG) telah menelan dana senilai Rp 134,2 triliun selama delapan bulan pelaksanaannya. Menurut Suahasil, realisasi MBG semakin membaik dari sebelumnya.

“Kita melihat bahwa program MBG, saat ini semakin tepat sasaran, didukung oleh reformasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang gencar diumumkan dalam beberapa waktu lalu,” kata Suahasil.

Lebih lanjut Menkeu Suahasil menjelaskan salah satu reformasi birokrasi yang dilakukan BGN di antaranya tentang kewajiban sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah, penataan sebaran MBG dan SPPG untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dengan angka stunting tinggi, serta prioritas pemberian MBG untuk kelompok balita, ibu hamil, dan menyusui, serta santri

“Jadi, penataan-penataan ini semua adalah reformasi yang sangat baik, membuat menjadi lebih tepat sasaran,” katanya

Pembenahan tersebut membuat pelaksanaan MBG semakin tepat sasaran, termasuk melalui penataan SPPG, prioritas wilayah 3T dengan angka stunting tinggi, serta penguatan layanan bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok prioritas lainnya.

Per 16 September 2026 Data BGN mencatat realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional mencapai 63,89%, sedangkan Program Dukungan Manajemen mencapai 60,71%. Berdasarkan jenis belanja, realisasi belanja pegawai mencapai 64,33%, belanja barang 63,82%, dan belanja modal 71,03%. Sementara berdasarkan fungsi, realisasi fungsi ekonomi sebesar 61,28%, fungsi kesehatan 65,80%, dan fungsi pendidikan 63,68%.

Dalam APBN 2027 yang telah disahkan DPR pada 29 September 2026, Badan Gizi Nasional dialokasikan anggaran sebesar Rp240,2 triliun di mana Rp232,8 triliun difokuskan langsung untuk pemenuhan gizi nasional. Program ini ditargetkan menjangkau 72,4 juta jiwa (dengan target jangka panjang mencapai 83–85 juta penerima manfaat secara nasional.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilanjutkan, diperluas jangkauan dan disempurnakan demi menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas utama sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa dan kebangkitan ekonomi desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top