Sertifikasi Rumah MBR Gratis dan Harapan Baru Kepastian Hunian Rakyat Kecil

Oleh: Citra Kurnia Khudori )* Rumah memiliki peran sebagai fondasi bagi rasa aman, kesejahteraan, dan masa depan sebuah keluarga. Namun, bagi jutaan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), memiliki rumah yang telah berdiri belum tentu berarti memiliki kepastian hukum atas tanah dan bangunan yang ditempati. Di Indonesia, persoalan legalitas hunian masih menjadi pekerjaan rumah yang panjang. Tidak…

Read More

Sertifikasi Rumah MBR Gratis sebagai Terobosan Melindungi Aset Masyarakat Kecil

Oleh : Aditya Anggara )* Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga simbol kepastian hidup dan aset paling berharga bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), memiliki rumah yang dilengkapi dengan sertifikat hak atas tanah merupakan bentuk perlindungan hukum yang sangat penting. Tanpa sertifikat, kepemilikan rumah berpotensi menghadapi berbagai persoalan, mulai dari…

Read More

Kolaborasi Lintas InstansiPerkuat Tata Kelola Penyaluran BBM Subsidi di Sumatra

Oleh: Khansa Putri )*  Penguatan tata kelola penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi terus dilakukan di berbagai wilayah Sumatra melalui kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, aparat terkait, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi lintas instansi menjadi langkah penting untuk memastikan subsidi energi disalurkan secara tepat sasaran, menjaga ketersediaan pasokan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  Komitmen penguatan tata kelola tersebut diwujudkan melalui inspeksi mendadak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Ogan Ilir yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Kegiatan itu difokuskan pada pengawasan penyaluran BBM subsidi agar berjalan sesuai ketentuan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan yang optimal.  Pengawasan juga dilaksanakan secara bersamaan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemerintah Kabupaten OKI melakukan peninjauan ke SPBU di kawasan Kayuagung untuk memastikan stok BBM tetap tersedia, pelayanan berlangsung lancar, serta distribusi BBM subsidi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.  Rangkaian inspeksi lapangan tidak hanya memeriksa ketersediaan pasokan, tetapi juga mengevaluasi kualitas pelayanan di SPBU dan pelaksanaan Program Subsidi Tepat. Tim gabungan meninjau proses verifikasi konsumen menggunakan sistem yang telah diterapkan sebagai bagian dari upaya memastikan subsidi energi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.  Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menilai pengawasan langsung di lapangan memiliki peran penting dalam memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengurangi peluang terjadinya penyalahgunaan. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi di sejumlah SPBU mulai menunjukkan perbaikan setelah dilakukan penyesuaian dalam pengaturan penyaluran.  Antrean kendaraan yang sebelumnya cukup panjang mulai berkurang di berbagai lokasi. Walaupun masih terdapat kepadatan di beberapa SPBU yang melayani kendaraan keluar maupun masuk Kota Palembang, situasi secara umum dinilai semakin terkendali dibandingkan sebelumnya.  Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan juga telah memetakan sejumlah SPBU yang memerlukan optimalisasi jam operasional. Langkah itu dilakukan dengan mendorong beberapa SPBU beroperasi selama 24 jam agar distribusi BBM dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara lebih merata. Pertamina turut menyatakan kesiapan melakukan penyesuaian penyaluran sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku sehingga pasokan tetap terjaga.  Herman Deru menjelaskan bahwa berbagai langkah yang telah disepakati bersama mulai menunjukkan hasil positif. Aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi dilaporkan mengalami penurunan, meskipun pengawasan tetap akan diperkuat agar perbaikan yang telah dicapai dapat dipertahankan. Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi sehingga dapat segera ditindaklanjuti.  Peran pemerintah kabupaten juga menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola distribusi energi. Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Asmar Wijaya, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU sebagai tindak lanjut dari koordinasi mengenai antrean BBM subsidi yang sempat terjadi.  Menurut Asmar, optimalisasi alokasi penyaluran di 13 SPBU di Kabupaten Ogan Komering Ilir berhasil mengurangi antrean secara signifikan dalam beberapa hari terakhir. Perbaikan tersebut menunjukkan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pengelola SPBU mampu memberikan dampak nyata terhadap kelancaran distribusi.  Asmar juga menegaskan pentingnya koordinasi apabila antrean kembali terjadi. Pengelola SPBU diharapkan segera berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian agar pengaturan arus kendaraan dapat dilakukan sejak dini sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pengisian BBM.  Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan BBM subsidi sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Praktik penimbunan maupun penyalahgunaan subsidi perlu dihindari karena bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dan dapat mengurangi hak masyarakat lain yang membutuhkan.  Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai regulasi. Menurutnya, ketersediaan stok BBM di wilayah Sumatra Selatan berada dalam kondisi mencukupi dan terus dipantau agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.  Alexander juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Pertamina, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, serta Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola penyaluran energi yang lebih akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada pelayanan publik.  Pengawasan yang dilakukan secara terpadu juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan subsidi energi. Kehadiran pemerintah daerah dalam setiap tahapan pengawasan memperkuat transparansi sekaligus memastikan setiap kebijakan di lapangan dijalankan secara konsisten.  Pertamina turut mengajak masyarakat menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan memanfaatkan BBM subsidi berdasarkan peruntukannya. Partisipasi masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas pengawasan karena distribusi energi yang tepat sasaran membutuhkan kepatuhan seluruh pihak terhadap ketentuan yang berlaku.  Sinergi yang berjalan antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat terkait, pengelola SPBU, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola penyaluran BBM subsidi yang semakin transparan, efektif, dan mampu menjamin hak masyarakat terhadap akses energi yang berkeadilan.  *) Pengamat Isu Energi Nasional 

Read More

Perbaikan Distribusi BBM di Sumatra Dukung Kelancaran Aktivitas Ekonomi dan Logistik

Oleh: Satria Kusuma )*  Perbaikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah Sumatra mulai menunjukkan hasil yang semakin positif. Kelancaran penyaluran energi yang terus membaik tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh BBM, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan logistik yang sangat bergantung pada ketersediaan pasokan energi.   Upaya percepatan distribusi yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, serta berbagai pemangku kepentingan berhasil mengurangi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus menjaga kesinambungan pasokan di wilayah yang sebelumnya mengalami kepadatan permintaan.  Kondisi yang semakin terkendali terlihat di Sumatra Utara. Distribusi BBM yang sebelumnya menghadapi tantangan kini berlangsung lebih lancar seiring optimalisasi koordinasi antarlembaga dan peningkatan sistem operasional di lapangan. Normalisasi penyaluran menjadi faktor penting dalam memastikan mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga kegiatan usaha dapat berjalan tanpa hambatan akibat keterbatasan pasokan energi.  Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga, Prabu Revolusi, melakukan Management Walkthrough ke Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara dengan meninjau langsung Command Center sebagai pusat pemantauan distribusi BBM serta mengunjungi sejumlah SPBU di Kota Medan. Berdasarkan hasil pemantauan melalui sistem pengawasan dan inspeksi lapangan, ia menilai antrean kendaraan telah berangsur normal, sementara pelayanan kepada masyarakat berlangsung semakin efektif.  Prabu menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan distribusi. Menurutnya, fokus utama perusahaan adalah memastikan masyarakat kembali memperoleh BBM secara mudah dan nyaman. Hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan bahwa proses distribusi terus bergerak menuju kondisi yang lebih optimal berkat sinergi yang terjalin antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan.  Keandalan distribusi juga diperkuat melalui berbagai langkah operasional. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara mengoperasikan Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam, menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter, memperkuat personel Awak Mobil Tangki, serta mengoptimalkan suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe. Rangkaian langkah tersebut dirancang untuk menjaga kelancaran distribusi hingga ke SPBU dan memastikan pasokan tetap tersedia sesuai kebutuhan masyarakat.  VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa perusahaan memusatkan seluruh sumber daya operasional untuk mempercepat distribusi BBM ke berbagai SPBU. Berbagai langkah percepatan yang dijalankan telah membuat pelayanan di sejumlah SPBU berangsur normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan lebih baik.  Menurut Kitty, fokus perusahaan tidak hanya memastikan pasokan tetap mengalir, tetapi juga mempercepat pemulihan layanan agar masyarakat kembali memperoleh BBM tanpa hambatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi seluruh elemen operasional yang bekerja secara terpadu dalam menjaga kelancaran distribusi energi.  Selain mempercepat penyaluran, Pertamina Patra Niaga juga memperketat pengawasan pada seluruh rantai distribusi BBM. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus mencegah berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu distribusi maupun merugikan masyarakat. Perusahaan menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang terbukti akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari upaya menjaga disiplin operasional dan mempertahankan kepercayaan publik.  Penguatan pengawasan juga dilakukan di wilayah Sumatra Bagian Selatan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan melaksanakan inspeksi mendadak di sejumlah SPBU di Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir. Kegiatan itu difokuskan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan, menjaga ketersediaan stok, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  Pengawasan serupa juga dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui sidak di sejumlah SPBU di wilayah Kayuagung. Tim gabungan meninjau kondisi stok BBM, kualitas pelayanan, hingga implementasi Program Subsidi Tepat, termasuk proses verifikasi konsumen menggunakan sistem yang berlaku. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan agar subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.  Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menilai pengawasan langsung di lapangan memiliki peran penting dalam memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan. Berdasarkan hasil pemantauan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai berkurang setelah dilakukan penyesuaian pola penyaluran. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan juga telah memetakan SPBU yang perlu mengoptimalkan jam operasional, termasuk mendorong beberapa lokasi beroperasi selama 24 jam agar distribusi semakin lancar.  Herman Deru menambahkan bahwa hasil dari langkah-langkah yang disepakati bersama mulai terlihat, termasuk berkurangnya aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi. Meskipun demikian, pengawasan akan terus diperkuat dan masyarakat diharapkan berperan aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.  Perbaikan distribusi BBM yang berlangsung di berbagai wilayah Sumatra menunjukkan bahwa sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat mampu menciptakan sistem penyaluran energi yang semakin andal. Kondisi tersebut menjadi fondasi penting bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan logistik karena kepastian pasokan energi berpengaruh langsung terhadap mobilitas barang, transportasi, serta keberlangsungan berbagai sektor usaha.   Dengan distribusi yang semakin stabil dan pengawasan yang terus diperkuat, kebutuhan energi masyarakat di Sumatra diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan.  *) Pengamat Ketahanan Energi Nasional 

Read More

Distribusi BBM di Sumatra Kian Stabil, Pasokan Energi Masyarakat Semakin Terjamin

Jakarta – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatra terus menunjukkan perbaikan. Berbagai langkah percepatan yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan pemangku kepentingan dinilai berhasil memperlancar penyaluran energi, mengurangi antrean di SPBU, serta menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga, Prabu…

Read More

Pengawasan BBM Subsidi Diperketat Demi Menjamin Penyaluran Tepat Sasaran di Sumatra

Jakarta – Pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memperkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran, menjaga ketersediaan pasokan energi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada…

Read More

MBG Papua, Fondasi Kuat MewujudkanGenerasi Sehat, Cerdas, dan Berdaya Saing Tinggi

Oleh : Fransiskus Nawipa )* Pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu daerah. Di Papua, upaya tersebut kini semakin diperkuat melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi. Program ini menunjukkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan tidak semata-mata diwujudkan melalui pembangunan fisik, melainkan juga melalui peningkatan kualitas manusia sejak usia dini. Dengan memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang memadai, pemerintah sedang membangun modal dasar bagi lahirnya generasi Papua yang mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun global.  Peluncuran Dashboard Satuan Tugas MBG Provinsi Papua menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat tata kelola program tersebut. Kehadiran sistem pemantauan berbasis data mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap tahapan pelaksanaan MBG berlangsung secara terukur, transparan, dan akuntabel. Dashboard ini memungkinkan pemerintah memantau rantai pasok bahan pangan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), jumlah penerima manfaat, cakupan sekolah, hingga penanganan berbagai persoalan yang mungkin muncul di lapangan. Melalui pengelolaan data yang terintegrasi, setiap kebijakan dapat diambil secara lebih cepat, tepat, dan berdasarkan kondisi riil di lapangan.  Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Papua, Aminuddin Muhammad Ramdan, menegaskan bahwa dashboard MBG dirancang untuk mengelola seluruh data pelaksanaan program mulai dari rantai pasok bahan makanan hingga penerima manfaat sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam mengambil keputusan yang akurat, tepat sasaran, serta mampu melakukan tindak lanjut secara cepat apabila terjadi permasalahan di lapangan. Menurutnya, pendampingan UNICEF juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas operasional SPPG agar dapat menjadi model pelaksanaan yang dapat diterapkan di berbagai daerah.  Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang berhasil disalurkan setiap hari, tetapi juga dari kualitas sistem yang mendukung keberlangsungan program dalam jangka panjang. Tata kelola yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran. Transparansi informasi yang diberikan melalui dashboard juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program sehingga tercipta mekanisme pengawasan yang lebih efektif.  Komitmen Pemerintah Provinsi Papua juga memperlihatkan bahwa MBG diposisikan sebagai investasi pembangunan manusia. Dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakan oleh Asisten I Setda Provinsi Papua, Yohanis Walilo, ditegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pemenuhan gizi, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Papua yang sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing di masa depan. Ia juga menekankan bahwa data yang tersaji melalui Dashboard Satgas MBG harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan terukur dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  Keberhasilan program tentu tidak dapat dicapai hanya melalui kerja pemerintah semata. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor yang sangat menentukan. Keterlibatan pemerintah kabupaten dan kota, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga mitra pembangunan memperlihatkan bahwa MBG merupakan gerakan bersama dalam membangun masa depan Papua. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama untuk menjawab berbagai tantangan distribusi, pengawasan, maupun peningkatan kualitas pelayanan di lapangan.  Pelaksanaan MBG di Kabupaten Nabire memberikan gambaran mengenai kesiapan pemerintah dalam memastikan kesinambungan layanan. Setelah berakhirnya masa libur sekolah, Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengaktifkan layanan MBG Semester II secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi sekolah yang masih menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program tetap memperhatikan efektivitas proses pembelajaran sehingga distribusi makanan dapat berlangsung sesuai kebutuhan peserta didik.  Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan bahwa sasaran utama MBG tetap diprioritaskan kepada peserta didik, disusul ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan hari pertama MBG Semester II berjalan lancar, aman, tanpa kendala, serta pelayanan akan terus diperluas seiring dimulainya kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah.  Kelancaran pelaksanaan tersebut memperlihatkan bahwa sistem koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan penyelenggara program terus mengalami peningkatan. Fleksibilitas dalam menyesuaikan jadwal distribusi dengan kalender pendidikan juga menjadi bukti bahwa implementasi MBG dilakukan secara adaptif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.  Pada akhirnya, Program Makan Bergizi Gratis di Papua bukan hanya menghadirkan makanan bergizi bagi anak-anak setiap hari, melainkan membangun fondasi kuat bagi masa depan daerah. Penguatan tata kelola melalui dashboard digital, peningkatan kapasitas SPPG, sinergi lintas sektor, serta komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan menunjukkan bahwa MBG berkembang menjadi program pembangunan manusia yang berorientasi pada hasil jangka panjang. Ketika setiap anak Papua memperoleh akses terhadap gizi yang baik, layanan yang berkualitas, serta pengawasan yang semakin akuntabel,   *Penulis adalah Mahasiswa Papua di Yogyakarta 

Read More

Pembenahan MBG Menjaga Kelompok Rentan Tetap Terlindungi

Oleh: Rina Maharani )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semata dipahami sebagai agenda pemenuhan kebutuhan pangan harian, melainkan sebagai investasi negara dalam membangun kualitas manusia Indonesia. Persoalan stunting, ketimpangan akses pangan bergizi, hingga disparitas layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan intervensi negara secara konsisten. Dalam situasi tersebut, pemerintah memilih menempatkan pemenuhan gizi…

Read More

Pemerintah Pastikan Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru

JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan program strategis nasional tersebut semakin tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya setiap kebijakan terkait penyempurnaan MBG disusun berdasarkan kajian yang matang dan komprehensif. Langkah tersebut penting mengingat cakupan program yang telah menjangkau…

Read More

Optimalisasi Tata Kelola MBG di Papua Jadi Langkah Nyata Tingkatkan Layanan Gizi Anak

Jayapura – Optimalisasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua terus diperkuat melalui pemanfaatan sistem pemantauan berbasis data yang terintegrasi. Langkah tersebut diwujudkan dengan peluncuran Dashboard Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Papua hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua, UNICEF Papua, dan dukungan China International Development Cooperation Agency (CIDCA). Kehadiran dashboard ini menjadi bagian dari…

Read More
Back To Top