Negara Hadir dalam Bencana, Pemulihan Warga Tidak Dibiarkan Berjalan Sendiri

Oleh : Nancy Rentalita )* Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menghadirkan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan menyeluruh. Ketika banjir bandang dan tanah longsor merendam permukiman, merusak infrastruktur, serta memutus akses transportasi, masyarakat menghadapi tantangan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara menjadi sangat penting, bukan hanya untuk menyelamatkan warga dari ancaman langsung, melainkan juga memastikan proses pemulihan berlangsung secara berkelanjutan.  Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, pada Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana tidak dapat berhenti pada tahap evakuasi. Pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan infrastruktur, perlindungan kelompok rentan, hingga pengembalian aktivitas ekonomi masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab bersama. Negara harus hadir untuk memastikan bahwa warga yang terdampak tidak menghadapi masa sulit tersebut sendirian.  Langkah Kementerian Pekerjaan Umum dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di Sumatra Barat menunjukkan pentingnya respons cepat setelah bencana terjadi. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai teknis untuk mempercepat penanganan dengan dukungan personel dan alat berat yang memadai. Prioritasnya adalah melindungi masyarakat, memulihkan konektivitas antarwilayah, serta mengurangi risiko bencana susulan.  Penyelesaian tanggul darurat sepanjang 200 meter di Sungai Batang Air Dingin, Kota Padang, merupakan salah satu langkah konkret untuk melindungi kawasan permukiman. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mengurangi risiko banjir susulan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Upaya ini penting karena keselamatan warga tidak cukup dijamin melalui proses evakuasi, tetapi juga melalui tindakan pencegahan yang dapat mengurangi ancaman ketika hujan kembali turun.  Pemulihan akses jalan nasional Tapan–Batas Jambi juga memperlihatkan bagaimana penanganan infrastruktur berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Setelah longsor menimbun 14 titik sepanjang sekitar 16,2 kilometer, ruas jalan tersebut kembali dapat dilalui melalui satu jalur. Meski belum sepenuhnya pulih, pembukaan akses menjadi langkah penting untuk mengurangi keterisolasian wilayah, mendukung mobilitas warga, serta mempermudah distribusi kebutuhan pokok dan bantuan kemanusiaan.  Dalam konteks kebencanaan, infrastruktur bukan sekadar persoalan pembangunan fisik. Jalan yang dapat dilalui memungkinkan warga menjangkau fasilitas kesehatan, mendistribusikan hasil usaha, dan melanjutkan kegiatan sehari-hari. Begitu pula tanggul, sistem pengairan, dan jaringan air bersih yang berfungsi menjadi penopang kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, percepatan perbaikan infrastruktur harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memulihkan keamanan, kesejahteraan, dan kemandirian warga terdampak.  Namun, pemulihan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat juga harus memastikan kebutuhan kelompok rentan tidak terabaikan. Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan bahwa keselamatan warga merupakan prioritas utama dalam penanganan banjir bandang di Padang. Ia mendorong Pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk tempat berlindung yang aman, fasilitas kesehatan, selimut, dan pakaian. Perhatian khusus juga diperlukan bagi anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat dengan penyakit bawaan.  Perhatian tersebut menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak semata-mata diukur dari jumlah bangunan yang diperbaiki atau panjang jalan yang kembali dibuka. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada kemampuan masyarakat untuk kembali hidup dengan aman dan bermartabat. Warga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan kepastian mengenai perlindungan selama mengungsi, sedangkan keluarga yang kehilangan sumber penghasilan memerlukan dukungan agar dapat kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Selain pemulihan darurat, upaya membangun kembali wilayah terdampak perlu disertai pengurangan risiko bencana. Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Sungai Batang Air Dingin serta Sungai Batang Kuranji, termasuk normalisasi sungai, pembangunan tanggul pengaman, dan infrastruktur pengendali aliran, menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah. Di lokasi rawan longsor, pembangunan dinding penahan beton juga diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan dan terputusnya akses jalan.  Meski demikian, pembangunan infrastruktur pengendali bencana harus didukung pemetaan kawasan rawan, pemeliharaan berkala, sistem peringatan dini, dan edukasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah bersama masyarakat perlu memperkuat kesiapsiagaan agar warga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika ancaman muncul. Dengan demikian, penanganan bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu mengurangi potensi kerugian pada masa mendatang.  Ukuran kehadiran negara bukan hanya terlihat ketika bantuan tiba atau alat berat mulai bekerja. Kehadiran itu harus dirasakan ketika warga memperoleh tempat berlindung yang layak, akses menuju wilayahnya kembali terbuka, rumah dan penghidupannya dipulihkan, serta ancaman bencana serupa diantisipasi dengan lebih baik. Masyarakat Sumatra Barat dan seluruh warga yang terdampak bencana berhak memperoleh kepastian bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit. Pemulihan harus menjadi kerja bersama yang berkelanjutan, sehingga dari tengah bencana tumbuh kembali harapan, rasa aman, dan keyakinan untuk menata kehidupan yang lebih baik.  *Penulis adalah Pengamat Sosial 

Read More

Survei Ungkap Publik Puas Jelang Dua Tahun Prabowo-Gibran

JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, sejumlah survei mencatat tingkat kepuasan dan kepercayaan publik yang tinggi terhadap kepemimpinan nasional. Hasil tersebut menjadi gambaran pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga kemandirian energi nasional. Survei Arawicaksa Institute pada…

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Survei Sebut Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah

Jakarta – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hasil survei Arawicaksa Institute menunjukkan 50,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja pemerintah. Angka tersebut mencakup 3,3 persen responden yang menyatakan sangat puas, menjadi gambaran penilaian publik terhadap pelaksanaan kebijakan nasional. Peneliti Senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, mengatakan bahwa tingkat kepuasan tersebut…

Read More

Survei Kepuasan Publik Warnai Dua Tahun Prabowo-Gibran

Oleh: Syaban Sugandi )*  Genap dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dinamika pembangunan nasional terus menjadi perhatian utama masyarakat. Momentum dua tahun ini kerap dipandang sebagai titik krusial untuk mengevaluasi efektivitas serta arah kebijakan strategis yang telah diluncurkan. Berbagai lembaga survei merilis laporan mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kabinet. Secara umum, temuan yang dihasilkan memperlihatkan potret yang beragam, mulai dari apresiasi tinggi atas program sosial hingga catatan kritis terkait sektor ekonomi dan efektivitas pelaksanaan kebijakan di lapangan.  Perbedaan angka kepuasan publik menjadi salah satu sorotan utama dalam evaluasi ini. Peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, memaparkan hasil studi lembaganya yang mencatat angka kepuasan publik berada pada level 50,1 persen, di mana 3,3 persen di antaranya menyatakan sangat puas. Sebaliknya, sebanyak 44,8 persen responden mengekspresikan ketidakpuasan, termasuk 6,1 persen yang merasa sangat tidak puas, serta 5,1 persen responden lainnya memilih tidak memberikan jawaban. Menurut Rudi, temuan ini mencerminkan keberadaan ruang evaluasi yang sangat luas bagi pemerintah untuk memperkuat fondasi kepercayaan publik.  Di sisi lain, perspektif yang jauh lebih optimis disampaikan oleh Lembaga Indonesia Network Election Survey (INES). Direktur Eksekutif INES, Andri Gunawan, menyatakan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo menembus 79,3 persen menjelang genap dua tahun masa jabatan. Selain itu, tingkat kepercayaan terhadap figur Presiden tercatat mencapai angka 82,1 persen. Dalam studi INES, mayoritas masyarakat juga memberikan respons positif terhadap kondisi stabilitas politik nasional sebesar 78,3 persen serta strategi diplomasi internasional yang dijalankan pemerintah sebesar 80,3 persen.  Dukungan publik dengan angka yang relatif tinggi juga diperkuat oleh temuan lembaga riset nasional lainnya. Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Syahganda Nainggolan, memaparkan kompilasi data dari beberapa lembaga survei terkemuka. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan publik yang bervariasi, yaitu Indonesia Development Monitoring (IDM) mencatat 81,5 persen, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) 80,7 persen, Indikator Politik Indonesia 79,9 persen, Indonesia Political Opinion (IPO) 63 persen, serta Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sebesar 51,1 persen. Syahganda menekankan bahwa variasi data tersebut dipengaruhi oleh perbedaan metodologi, rentang waktu pengambilan sampel, ukuran sampel, serta indikator spesifik yang diteliti. Bagi pemerintah, keberagaman data ini menjadi cermin obyektif untuk memahami persepsi masyarakat dari berbagai lapisan.  Penilaian publik terhadap kebijakan pemerintah tidak hanya berfokus pada figur kepemimpinan, melainkan juga pada efektivitas program-program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat. Program swasembada dan ketahanan pangan memperoleh apresiasi tertinggi dalam riset Arawicaksa Institute dengan skor 8,4 dari skala 0–10. Upaya intensif pemerintah dalam penyerapan hasil panen beras dinilai berhasil memperkuat stok nasional, meskipun pemerintah masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga beras pasar yang memicu tekanan inflasi pangan. Sementara itu, program revitalisasi sekolah serta digitalisasi pembelajaran memperoleh skor 6,5, diikuti oleh program pemeriksaan kesehatan gratis dengan skor 6,3, dan inisiatif Sekolah Rakyat dengan nilai 6,0.  Adapun kebijakan pengelolaan dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui program hilirisasi industri memperoleh skor 4,7. Hal ini menunjukkan perlunya akselerasi dampak ekonomi agar manfaat hilirisasi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat luas. Di samping itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menurut survei INES memperoleh dukungan sebesar 78,2 persen. Program ini dinilai strategis tidak hanya untuk pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga sebagai stimulus untuk menggerakkan ekosistem perekonomian daerah setempat apabila pelaksanaannya disertai pengawasan ketat, transparansi, dan standar kualitas yang konsisten.  Apresiasi terhadap capaian pemerintah tidak menghapus fakta bahwa tekanan ekonomi rumah tangga masih menjadi perhatian utama. Penilaian publik pada dasarnya tidak hanya didasarkan pada besarnya alokasi anggaran atau megahnya pencanangan program, melainkan pada kemudahan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sektor pangan tetap menjadi indikator paling sensitif bagi masyarakat. Keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari angka ketersediaan di gudang cadangan negara, tetapi juga dari keterjangkauan harga jual beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya di pasar tradisional. Penguatan produksi lokal, efisiensi rantai distribusi, serta pengawasan harga pasar merupakan langkah mutlak agar inflasi tidak menggerus daya beli warga.  Keberhasilan pemerintahan pada akhirnya tidak cukup diukur melalui statistik kepuasan semata, melainkan dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang semakin mudah, serta kesempatan ekonomi yang merata. Memasuki tahun-tahun berikutnya, konsistensi pelaksanaan kebijakan, transparansi, serta pengawasan ketat terhadap efisiensi anggaran akan menjadi faktor penentu. Capaian selama dua tahun ini memberikan dasar yang cukup solid untuk melakukan penyempurnaan pada sektor-sektor yang belum optimal. Dengan landasan gotong royong dan fokus pada kesejahteraan rakyat, momentum ini berpotensi menjadi pendorong kuat menuju pertumbuhan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.  (* Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Pemerintah Bidang Sosial-Ekonomi 

Read More

Survei: Publik Puas Atas Dua Tahun Prabowo-Gibran Bukti Kerja Pemerintah Mulai Dirasakan

Oleh: Ricky Rinaldi )* Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mencatatkan berbagai capaian strategis yang dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global serta gejolak geopolitik dunia, keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional, mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, serta menghadirkan program…

Read More

Ketua PB ESI Herindra: Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekosistem Digital Bangsa

Ketua Umum PB ESI periode 2026–2030, M. Herindra, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan ekosistem esports nasional. Langkah ini menjadi kunci utama dalam membangun fondasi olahraga digital yang kuat dan berkelanjutan. “Esports bukan lagi urusan satu organisasi, tetapi kolaborasi bersama pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, dan ekosistem digital bangsa,” kata Herindra di Hallf Pati…

Read More

Herindra Lantik Pengurus PB ESI 2026-2030, Timnas Pokémon UNITE-MLBB Dapat Penghargaan

Jakarta – Ketua Umum PB ESI M. Herindra melantik pengurus periode 2026-2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). Acara tersebut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada Timnas Pokémon UNITE Indonesia dan tim nasional Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Kedua tim mendapat apresiasi setelah masing-masing menyumbangkan satu medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Herindra menyebut…

Read More

PB ESI Dorong Pembinaan Berkelanjutan untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Esports

JAKARTA – Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) di bawah kepemimpinan M. Herindra memperkuat pembinaan atlet dan ekosistem esports nasional untuk mendorong prestasi berkelanjutan di tingkat internasional. Apresiasi terhadap atlet berprestasi menjadi bagian dari komitmen membangun jalur pembinaan yang terarah sekaligus meningkatkan daya saing esports Indonesia. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi para atlet…

Read More

Herindra Perkuat Kepedulian PB ESI, Atlet Esports Didorong Semakin Sejahtera

Jakarta – Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan atlet esports nasional. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum M. Herindra, PB ESI merumuskan langkah strategis yang fokus pada kepastian kontrak, standar pembinaan, serta regulasi yang berpihak kepada pemain. “PB Esports Indonesia menginginkan adanya penguatan regulasi dan standarisasi yang melindungi…

Read More

Menpora Erick Thohir Dukung Kepengurusan PB ESI Herindra Perkuat Ekosistem Esports

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi prestasi atlet esports Indonesia dan mendorong pengembangan olahraga digital sebagai bagian dari industri kreatif nasional. Pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030 di Hall Patiunus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026), menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet dan memperluas peluang ekonomi di bawah kepemimpinan M….

Read More
Back To Top