Karhutla Ditekan lewat Modifikasi Cuaca dan Penguatan Pengawasan Hutan

JAKARTA – Pemerintah memperkuat langkah terpadu untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna menekan potensi penyebaran kabut asap lintas batas negara. Penanganan difokuskan pada pemadaman langsung di sumber api, pengintensifan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penguatan pengawasan terpadu di tingkat daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian dan lembaga terkait memaksimalkan operasi darat…

Read More

Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta investor tetap tenang menghadapi gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusul usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Usulan tersebut masih dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan akhir. Pemerintah bersama otoritas pasar modal melanjutkan penguatan reformasi, transparansi, dan tata kelola untuk menjaga…

Read More

Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara

JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak secara langsung menunjukkan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kondisi ekonomi nasional masih kuat. Pemerintah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengupayakan perbaikan pasar modal untuk…

Read More

Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG

Oleh : Marthen Simanjuntak )* Tekanan yang melanda pasar modal Indonesia setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai rencana konsultasi reklasifikasi status pasar saham nasional menjadi momentum penting untuk mempercepat pembenahan tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memperkuat kepercayaan investor. Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot tajam hingga 11,57% ke level 5.185,10, disertai…

Read More

Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional

Oleh : Rahmat Sulistyo )* Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat rencana evaluasi klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai tidak serta-merta mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional. Dinamika pasar menjadi momentum bagi pemerintah, BEI, dan OJK untuk melanjutkan penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola pasar modal guna menjaga kepercayaan…

Read More

2 Tahun Prabowo-Gibran, Pangan dan Energi Diperkuat hingga Pelosok

Oleh : Aditya Perdana )*   Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum untuk menilai kemajuan sekaligus pekerjaan rumah di bidang pangan dan energi. Pemerintah mencatat peningkatan produksi beras dan memperkuat agenda transformasi energi. Namun, keberhasilan kebijakan pada akhirnya perlu diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pertumbuhan.  Di bidang pangan, Indonesia mencatat produksi beras sebesar 34,69 juta ton sepanjang Januari hingga Desember 2025. Cadangan beras pemerintah mencapai 4,61 juta ton per 19 September 2026. Dengan perkiraan ketersediaan nasional sebesar 26,91 juta ton, stok beras diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga 310 hari. Capaian tersebut memperkuat upaya pemerintah membangun kemandirian pangan dan menjaga pasokan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.  Perubahan tata kelola pertanian ikut mendukung peningkatan produksi. Pemerintah menyederhanakan penyaluran pupuk bersubsidi agar distribusinya lebih cepat dan tepat sasaran. Alokasi pupuk ditambah 700 ribu ton, sementara harga eceran tertinggi diturunkan hingga 20 persen. Langkah ini dapat membantu petani mengurangi beban biaya dan memperoleh sarana produksi yang dibutuhkan.  Agar kebijakan tersebut benar-benar terasa, pelaksanaannya perlu terus diperiksa dari sudut pandang petani. Pupuk harus tersedia sesuai musim tanam, mudah diakses, dan tidak menyulitkan petani dengan proses administrasi yang berbelit. Pemerintah daerah, kelompok tani, dan koperasi dapat dilibatkan dalam pemantauan distribusi. Saluran pengaduan yang sederhana juga perlu disertai kepastian tindak lanjut, sehingga laporan tentang keterlambatan atau kelangkaan pupuk segera ditangani.  Ketahanan pangan tidak berhenti pada ketersediaan beras. Petani juga membutuhkan kepastian pasar, harga jual yang wajar, akses pembiayaan, dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas. Perluasan produksi sebaiknya berjalan bersama perlindungan lahan pertanian dan perbaikan sarana irigasi. Pemerintah dapat menggunakan masukan dari petani di tiap daerah untuk mengetahui kendala yang berbeda, mulai dari kondisi lahan hingga jalur distribusi hasil panen.  Energi juga menjadi fondasi bagi kegiatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Presiden Prabowo mengarahkan transformasi menyeluruh PT PLN (Persero), mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta percepatan pemanfaatan tenaga surya dengan ambisi kapasitas 100 gigawatt. Rancangan transformasi PLN akan dikaji bersama Danantara sebelum dipaparkan kepada Presiden. Pembenahan ini penting seiring kebutuhan listrik rumah tangga, industri, dan layanan publik yang terus meningkat.  Bagi masyarakat, ukuran kemajuan energi tampak dalam pasokan listrik yang andal dan pelayanan yang tanggap. Listrik yang stabil membantu anak belajar, menjaga kegiatan usaha kecil, serta mendukung layanan kesehatan dan pendidikan. Karena itu, evaluasi kinerja PLN perlu memperhatikan pengalaman pelanggan, termasuk warga di wilayah terpencil yang menghadapi gangguan lebih lama atau akses layanan yang terbatas. Efisiensi perusahaan juga perlu berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan pemberian subsidi yang tepat sasaran.  Percepatan energi bersih dapat menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan sekaligus daya saing Indonesia. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025–2034 memuat tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan sebesar 69,5 gigawatt, termasuk 17,1 gigawatt tenaga surya. Sementara itu, ambisi pengembangan tenaga surya hingga 100 gigawatt memerlukan tahapan yang jelas. Kesiapan jaringan, kepastian investasi, ketersediaan teknologi, dan pelatihan tenaga kerja perlu dirancang secara terpadu.  Pengembangan energi bersih juga sebaiknya membuka manfaat ekonomi di daerah. Pemerintah dapat mendorong pelatihan bagi tenaga kerja lokal, mendukung industri komponen, dan memastikan masyarakat sekitar memperoleh informasi serta kesempatan berpartisipasi. Dengan demikian, proyek energi tidak hanya menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menciptakan keterampilan, lapangan kerja, dan kegiatan ekonomi baru.  Pilihan teknologi lain, termasuk tenaga nuklir, memerlukan pembahasan yang terbuka. Pembangkit listrik tenaga nuklir telah tercantum dalam RUPTL 2025–2034 dan pemerintah menerima masukan dari kalangan akademisi serta kelompok cendekiawan. Potensi pasokan listrik rendah emisi dan stabil perlu dinilai bersama persyaratan keselamatan, pengawasan independen, kesiapan teknologi, serta dampaknya bagi masyarakat. Penjelasan yang mudah dipahami dapat membantu publik ikut menilai kebijakan berdasarkan informasi yang utuh.  Pangan dan energi juga saling berkaitan. Produksi dan distribusi pangan membutuhkan energi, sedangkan listrik yang andal mendukung pengolahan hasil pertanian dan kegiatan usaha. Pemerintah dapat memperkuat koordinasi kedua sektor dengan melibatkan petani, pelaku UMKM, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan warga. Masukan mereka sejak tahap perencanaan akan membantu kebijakan lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan mengurangi risiko program tidak berjalan optimal.  Memasuki tahun ketiga pemerintahan, pekerjaan berikutnya adalah menjaga capaian sekaligus memperbaiki pelaksanaan yang masih menghadapi kendala. Ketahanan pangan perlu terasa melalui pasokan terjangkau dan kesejahteraan petani. Ketahanan energi perlu tampak dalam listrik yang andal, layanan yang responsif, dan manfaat pembangunan yang menjangkau daerah. Evaluasi berkala, keterbukaan informasi, dan kesediaan mendengar masyarakat akan membantu pemerintah menentukan langkah yang lebih tepat.  Pangan dan energi yang kuat hingga pelosok tidak tercapai hanya melalui target nasional. Keduanya membutuhkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat dan kebijakan yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tiap daerah. Jika kemajuan terus diiringi masukan publik dan pembenahan yang terukur, agenda kemandirian pangan dan energi dapat menjadi bagian nyata dari peningkatan kesejahteraan rakyat.  )* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia  

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran Perkuat Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua 

Oleh : Yohanes Wandikbo )*  Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penguatan pembangunan Papua melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah tokoh adat Papua mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat kampung, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Papua untuk tumbuh, maju, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.  Ondofolo Kampung Puay Yacob Fiobetauw menilai perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat merupakan langkah positif dalam mendorong pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah Papua. Menurut Yacob, keberlanjutan program yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi faktor penting untuk memperkuat kepercayaan dan partisipasi warga dalam pembangunan nasional.  Salah satu program yang mendapat perhatian ialah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai berpotensi mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus mempersiapkan generasi muda Papua agar tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, dan mampu bersaing pada masa mendatang. Yacob berharap pelaksanaannya terus disempurnakan sehingga semakin banyak anak di berbagai wilayah Papua dapat merasakan manfaatnya.  Selain pemenuhan gizi, penguatan akses pendidikan juga menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Papua. Hal ini tercermin dalam pengembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika, Papua Tengah, yang mendapat perhatian dari jajaran TNI dan pemerintah daerah. Kunjungan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto pada 15 Oktober 2026 memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.  Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Lucky Avianto berinteraksi dengan guru dan siswa untuk melihat secara langsung proses pembelajaran serta kebutuhan pengembangan peserta didik. Ia menilai antusiasme para siswa menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi muda Papua yang berprestasi. Dukungan fasilitas olahraga dan pembinaan fisik juga diarahkan untuk memperluas kesiapan siswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan, termasuk institusi militer.  Pengembangan Sekolah Rakyat di Mimika turut mendorong minat daerah lain untuk menghadirkan layanan pendidikan serupa. Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyatakan dukungan terhadap program tersebut melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya bersama Kementerian Sosial dan kementerian terkait. Kehadiran fasilitas pendidikan yang lebih mudah dijangkau diharapkan membantu memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, termasuk masyarakat di wilayah pegunungan Papua.  Dukungan pemerintah daerah juga terlihat melalui kesiapan lahan seluas 8,5 hektare di Mimika untuk pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat. Kepala Dinas Sosial Mimika Hasan Kemong menyampaikan kesiapan pemerintah kabupaten dalam mendukung tahapan pembangunan tersebut. Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan Pelatihan dan Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial Regional VI Maluku dan Tanah Papua Jhon H. Mampioper menilai sinergi antara pemerintah dan TNI dapat membantu mempersiapkan siswa secara fisik, mental, dan akademis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.  Di bidang ekonomi, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian masyarakat. Di Kabupaten Mimika, Kopdes Merah Putih Limau Asri Timur diarahkan menjadi wadah untuk menampung dan memasarkan hasil pertanian, khususnya padi, sehingga potensi produksi masyarakat memiliki akses yang lebih luas ke pasar di Timika dan sekitarnya.  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika Samuel Yogi menekankan pentingnya menggali potensi unggulan daerah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi lokal. Menurut Samuel, keterlibatan masyarakat sebagai anggota sekaligus pemilik koperasi perlu diperkuat agar kegiatan usaha dapat berkembang sesuai kebutuhan warga. Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi diharapkan menjadi penghubung antara petani, pelaku usaha, dan konsumen.  Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, bukan sekadar tempat berbelanja. Koperasi diharapkan mendukung distribusi kebutuhan pokok, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penyerapan dan pemasaran hasil pertanian maupun perikanan. Bagi Papua, pendekatan tersebut membuka peluang untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kampung.  Keberhasilan berbagai program itu juga membutuhkan lingkungan yang aman dan hubungan harmonis antara aparat dengan masyarakat. Ondofolo Kampung Puay Yacob Fiobetauw mengapresiasi pendekatan sosial yang dilakukan TNI dan Polri di Kabupaten Jayapura. Kedekatan aparat dengan masyarakat adat dinilai dapat memperkuat kepercayaan, menjaga persatuan, dan mendukung kelancaran pembangunan. Yacob juga menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama serta komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Ondofolo Kampung Atamali Septinus Ibo berharap pembangunan dan bantuan sosial terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat kampung. Ia juga mendorong agar pemanfaatan dana Otonomi Khusus Papua semakin memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan memperluas kesempatan ekonomi.  Dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran menjadi kesempatan untuk memperkuat kesinambungan pembangunan Papua melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dunia pendidikan, dan aparat keamanan. Pendidikan yang lebih mudah diakses, pemenuhan gizi anak, serta penguatan koperasi merupakan langkah yang saling melengkapi dalam membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang. Apresiasi para tokoh adat dan dukungan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan pentingnya pembangunan yang melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses perubahan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.  )* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua 

Read More

2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Dengarkan Masukan untuk Benahi MBG dan Kopdes

Oleh: Rina Kusumawardani )*  Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pemerintah menghadirkan pendekatan yang menghubungkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Kedua program ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menjadikan pembangunan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi generasi muda hingga kemudahan memperoleh kebutuhan pokok dan memperluas peluang usaha di tingkat desa.  MBG merupakan langkah strategis untuk menempatkan pemenuhan gizi sebagai bagian penting dari pembangunan manusia Indonesia. Anak-anak membutuhkan asupan bergizi agar dapat tumbuh sehat, belajar dengan optimal, dan mempersiapkan diri menjadi generasi produktif. Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, investasi pada gizi bukan sekadar bantuan konsumsi, melainkan upaya memperkuat fondasi kualitas manusia yang akan menentukan daya saing bangsa. Melalui program ini, pemerintah berusaha memastikan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh makanan bergizi.  Komitmen memperbaiki kualitas pelayanan juga terlihat dari langkah Badan Gizi Nasional yang menguji coba penyajian MBG secara prasmanan pada Oktober 2026. Sistem tersebut diharapkan membuat makanan tersaji lebih hangat dan segar, meningkatkan minat siswa untuk makan, serta mengurangi makanan yang terbuang. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menekankan pentingnya pembenahan tata kelola, pengawasan, dan penggunaan anggaran agar setiap porsi makanan memberikan manfaat nyata bagi penerimanya. Inovasi tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan program nasional perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.  Lebih jauh, pemerintah perlu dipandang sebagai penyelenggara kebijakan yang bersedia mendengar, berempati, dan memperbaiki kekurangan. Program sebesar MBG tentu membutuhkan proses evaluasi, pengawasan, dan penyesuaian secara berkelanjutan. Masukan orang tua, guru, pengelola dapur, tenaga kesehatan, serta masyarakat merupakan sumber informasi penting untuk meningkatkan kualitas layanan. Respons terhadap keluhan tidak seharusnya dipahami sebagai kelemahan pemerintah, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab untuk memastikan program berjalan semakin baik.  Dari sisi ekonomi, MBG juga berpotensi menggerakkan aktivitas produksi dan distribusi pangan. Kebutuhan terhadap beras, telur, sayuran, buah, daging, dan berbagai komoditas lainnya dapat membuka peluang pasar bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah. Manfaat ekonomi tersebut akan semakin besar apabila pengadaan melibatkan produsen lokal secara terencana dan transparan. Dengan demikian, program pemenuhan gizi dapat menciptakan hubungan antara kebutuhan masyarakat, aktivitas produksi, dan kesempatan kerja di daerah.  Sementara itu, KDKMP menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui kelembagaan koperasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Koperasi diharapkan mampu mempermudah akses terhadap kebutuhan pokok, membuka jalur pemasaran bagi produk lokal, serta memperluas kesempatan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan usaha. Dengan pengelolaan profesional, koperasi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mempertemukan produsen, pedagang, pelaku UMKM, dan konsumen dalam ekosistem usaha yang saling mendukung.  Perkembangan konkret terlihat dari dukungan Perum BULOG terhadap distribusi pangan melalui jaringan KDKMP. Berdasarkan laporan 16 Oktober 2026, BULOG telah menyalurkan 53,5 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 107 titik koperasi di tujuh provinsi. Penyaluran tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. BULOG juga merencanakan perluasan distribusi ke 1.250 titik pada tahap berikutnya, dengan target jaringan mencapai 8.000 titik di seluruh Indonesia.  Penguatan koperasi turut menjadi perhatian Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melalui peninjauan operasional KDKMP di Kabupaten Sukoharjo pada 13 Oktober 2026. Pemantauan tersebut memperlihatkan pentingnya memastikan ketersediaan barang, kelancaran distribusi, kesiapan pengelola, dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah juga mendorong koperasi agar tidak sekadar menjadi tempat berbelanja, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi desa yang membantu penyerapan hasil pertanian dan produk usaha lokal.  Sinergi MBG dan KDKMP membuka peluang untuk membangun rantai ekonomi yang lebih kuat. Koperasi dapat menjadi salah satu saluran pemasaran produk pangan lokal, sementara kebutuhan bahan baku MBG berpotensi menciptakan permintaan yang lebih teratur bagi produsen. Jika dirancang dengan baik, hubungan tersebut dapat membantu memperluas pasar petani dan UMKM sekaligus mendukung penyediaan pangan berkualitas. Namun, manfaat itu memerlukan kepastian pembayaran, standar mutu, harga yang wajar, dan mekanisme pengadaan yang transparan agar pelaku usaha lokal benar-benar memperoleh kesempatan.  Pada akhirnya, capaian dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran perlu dilihat sebagai bagian dari proses membangun kesejahteraan yang berkelanjutan. MBG membawa agenda peningkatan kualitas gizi, sedangkan KDKMP memperkuat fondasi ekonomi berbasis koperasi. Keduanya memiliki potensi besar apabila didukung pelaksanaan yang konsisten, pengawasan yang efektif, dan evaluasi berdasarkan hasil nyata. Pemerintah yang mendengar aspirasi, memahami kesulitan masyarakat, serta bersedia memperbaiki program yang belum optimal akan memiliki landasan lebih kuat untuk menjaga kepercayaan publik. Ukuran keberhasilan akhirnya bukan sekadar jumlah anggaran atau unit yang beroperasi, melainkan manfaat yang dirasakan masyarakat, meningkatnya kualitas hidup, berkembangnya usaha lokal, dan semakin terjangkaunya kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat Indonesia.  *Penulis merupakan Pengamat ekonomi kerakyatan 

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Utamakan Dialog dan Jaga Demonstrasi Tetap Damai

Oleh: Insos Martha Kondologit )*  Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum untuk mengapresiasi arah pembangunan sekaligus memperkuat perbaikan kebijakan. Upaya memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas pelayanan publik membutuhkan kesinambungan serta dukungan masyarakat. Dukungan itu dapat diwujudkan melalui masukan yang membantu pemerintah mengenali persoalan di lapangan. Aspirasi perlu tersampaikan dengan jelas, sementara suasana damai harus dijaga agar evaluasi menghasilkan manfaat.  Pemerintah menjalankan agenda besar yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pelaksanaannya menghadapi tantangan, mulai dari kesiapan fasilitas hingga koordinasi antarlembaga dan kondisi wilayah yang berbeda. Karena itu, capaian patut diapresiasi dan kekurangan perlu menjadi bahan pembenahan. Penilaian yang mempertimbangkan keduanya membantu masyarakat melihat perjalanan pembangunan secara utuh sekaligus mengawal manfaatnya.  Kesediaan pemerintah menerima kritik merupakan modal penting dalam proses tersebut dan ini tentu saja perlu diapresiasi. Masukan warga dapat menunjukkan hambatan yang luput dari laporan administratif, termasuk kesulitan mengakses layanan atau ketidaksesuaian pelaksanaan dengan kebutuhan setempat. Pemerintahan yang mendengar mempunyai kesempatan lebih besar untuk memperbaiki program. Pengalaman masyarakat menjadi bahan berharga untuk menyempurnakan kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan.  Sikap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap evaluasi publik mencerminkan semangat tersebut.  Akademisi Ilmu Pemerintahan Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB), Achmad Baidowi, menilai keterbukaan Presiden Prabowo Subianto terhadap kritik dan masukan publik dapat memperkuat demokrasi serta mendukung kebijakan berbasis fakta dan data. Menurutnya, kesediaan Presiden mencermati masukan mencerminkan komitmen mendengar aspirasi masyarakat dan merespons persoalan di lapangan.  Keterbukaan pemerintah perlu memperoleh dukungan melalui kritik yang jelas dan berbasis persoalan. Masyarakat dapat menyampaikan apa yang belum berjalan, siapa yang terdampak, serta perbaikan yang dibutuhkan. Aspirasi konkret membantu pemerintah menentukan langkah penanganan. Instansi terkait juga perlu memastikan masukan diterima, diperiksa, dan ditindaklanjuti sehingga kesediaan mendengar terasa dalam pengalaman warga.  Momentum dua tahun pemerintahan perlu digunakan untuk menjaga kesinambungan program yang bermanfaat. Pembenahan dapat dilakukan sambil memastikan pelayanan tetap menjangkau masyarakat. Program yang menghadapi kendala membutuhkan pengawasan dan koreksi agar tujuan awalnya tercapai. Dukungan publik yang disertai evaluasi membantu pemerintah memperbaiki pelaksanaan serta memperkuat manfaat pembangunan di berbagai daerah.  Dalam hal ini, penyampaian aspirasi dapat dilakukan melalui pengaduan, diskusi publik, dan kajian independen. Berbagai saluran itu memungkinkan masyarakat ikut mengawal kebijakan. Pemerintah perlu menjaga komunikasi dengan warga, sedangkan penyampai aspirasi perlu memastikan tuntutannya dapat dipahami. Hubungan yang terbuka membantu mengurangi kesalahpahaman dan memperbesar peluang menemukan penyelesaian atas persoalan yang dihadapi.  Apabila masyarakat memilih demonstrasi, hal tersebut seringkali disusupi oleh penunggang gelap yang memang menginginkan sebuah situasi yang mengarah pada aksi-aksi kerusuhan. Demonstrasi yang disertai tindakan anarkis sangat berbahaya karena dapat memperburuk situasi dan mengancam keselamatan warga maupun petugas. Perusakan fasilitas, pembakaran, serta penyerangan berpotensi menimbulkan korban dan memicu bentrokan lebih luas. Dampaknya juga menjangkau masyarakat yang tidak mengikuti aksi, termasuk pedagang, pekerja, dan warga yang membutuhkan akses transportasi maupun pelayanan publik.  Kericuhan dapat mengganggu kegiatan ekonomi dan menghambat pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. Fasilitas yang rusak memerlukan biaya serta waktu untuk dipulihkan. Aspirasi yang semestinya menjadi bahan evaluasi pemerintah pun berisiko tenggelam dalam pemberitaan mengenai kekerasan. Karena itu, menjaga aksi tetap damai merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat sekaligus mempertahankan substansi tuntutan.  Kewaspadaan terhadap provokasi perlu diarahkan pada informasi palsu, hasutan menyerang, dan ajakan melakukan perusakan. Kritik maupun demonstrasi damai tetap harus dihormati, namun tentu saja masih banyak kanal aduan lain yang lebih efektif. Masyarakat dapat membantu dengan memeriksa sumber, tanggal kejadian, serta konteks gambar sebelum menyebarkannya. Media massa juga perlu menyediakan penjelasan yang cepat dan mudah diperiksa agar kesalahpahaman tidak berkembang menjadi ketegangan.  Aparat mempunyai peran penting menjaga keselamatan dan kelancaran penyampaian aspirasi. Pendekatan persuasif serta komunikasi dengan penyelenggara membantu mencegah gesekan. Perlindungan terhadap peserta aksi damai memperkuat kepercayaan masyarakat kepada negara. Apabila terjadi pelanggaran, penanganan yang proporsional berdasarkan perbuatan dan bukti diperlukan agar ketertiban terjaga dan situasi tidak semakin memburuk.  Dialog perlu diteruskan hingga menghasilkan tindak lanjut. Pertemuan stakeholder terkait dengan perwakilan masyarakat akan lebih bermakna apabila disertai pencatatan tuntutan, penanggung jawab, dan langkah penyelesaian. Warga perlu memperoleh informasi perkembangannya. Cara ini membantu pemerintah menunjukkan keseriusan menangani keluhan sekaligus memberikan dasar bagi masyarakat untuk menilai kemajuan pembenahan secara terbuka.  Dua tahun Prabowo-Gibran patut menjadi momentum memperkuat dukungan yang disertai kepedulian terhadap perbaikan. Aspirasi masyarakat merupakan bekal bagi pemerintah untuk berbenah, sementara demonstrasi damai menjaga pesan tersebut tersampaikan dengan aman. Dengan menolak provokasi dan kekerasan serta mengutamakan penyelesaian persoalan, pemerintah dan masyarakat dapat merawat kepercayaan sekaligus menjaga pembangunan bagi kesejahteraan bersama.  *) Penulis adalah pengamat kebijakan publik. 

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aspirasi Buruh Naik Kelas Jadi Undang-Undang

JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ditandai dengan pengesahan Undang-Undang (UU) Pelindungan Ketenagakerjaan pada 6 Oktober 2026 lalu. Regulasi tersebut menjadi bagian dari pemenuhan komitmen pemerintah terhadap pekerja, dengan sejumlah ketentuan yang diklaim telah mengakomodasi 90 persen aspirasi buruh. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan…

Read More
Back To Top