Pemerintah Perkuat Pengawasan Daerah dan Pusat untuk Cegah PHK Berlarut

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan ketenagakerjaan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mencegah persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan perlindungan hak pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial yang kondusif di tengah tantangan dunia usaha. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan…

Read More

Mitigasi PHK Diperkuat, Pemerintah Siapkan Klarifikasi dan Mediasi Perusahaan

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui penguatan sistem pemantauan, klarifikasi terhadap perusahaan, serta mekanisme mediasi untuk mencegah terjadinya PHK yang tidak dapat dihindari. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengoptimalkan peran Satuan Tugas Mitigasi PHK untuk melakukan pemantauan dini terhadap sektor-sektor yang berpotensi terdampak. Menurutnya, setiap laporan mengenai…

Read More

Mitigasi PHK Lewat Verifikasi, Mediasi, dan Pengawasan Ketenagakerjaan

Oleh: Dhita Karuniawati )* Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi tantangan serius bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia. Perlambatan ekonomi global, perubahan permintaan pasar, kenaikan biaya produksi, hingga restrukturisasi perusahaan membuat sebagian pelaku usaha melakukan efisiensi yang berdampak pada tenaga kerja. Dalam situasi seperti ini, langkah pemerintah tidak cukup hanya memastikan hak-hak pekerja terpenuhi setelah PHK…

Read More

JKP, Pelatihan, dan Lowongan Kerja Jadi Jaring Pengaman Korban PHK

Oleh: Zhafran Goldwin )* Perubahan dinamika ekonomi global dan transformasi industri membuat dunia kerja terus beradaptasi. Di tengah kondisi tersebut, pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi tantangan di sejumlah sektor. Karena itu, pemerintah memperkuat sistem perlindungan pekerja melalui integrasi Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan vokasi, dan layanan informasi lowongan kerja sebagai jaring pengaman yang tidak…

Read More

Sejumlah Pihak Optimistis Stabilitas Moneter RI Terjaga

Jakarta – Di tengah proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), optimisme stabilitas moneter Indonesia masih tetap terjaga. Keyakinan tersebut didasarkan pada kuatnya fundamental sektor keuangan, tata kelola kelembagaan BI yang kokoh, serta sinergi yang terus terjalin antara pemerintah, otoritas keuangan, dan industri perbankan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ketua Umum PERBANAS, Hery Gunardi, mengatakan bahwa…

Read More

Pemerintah Bergerak Cepat Jaga Stabilitas Moneter

Jakarta – Pemerintah bergerak cepat memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional di tengah meningkatnya dinamika ekonomi global. Langkah tersebut ditunjukkan melalui rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memastikan perekonomian nasional tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan…

Read More

Stabilitas Moneter Tetap Terjaga dan Terkendali

Oleh : Antonius Utomo )* Stabilitas moneter Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai berbagai ketidakpastian. Gejolak geopolitik, fluktuasi harga komoditas dunia, perubahan arah kebijakan suku bunga negara-negara maju, hingga tekanan terhadap pasar keuangan internasional menjadi tantangan yang dihadapi hampir seluruh negara. Namun demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi makro melalui sinergi kebijakan yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, serta otoritas sektor keuangan.  Kondisi tersebut tercermin dari tetap terjaganya stabilitas sistem keuangan nasional dan terkendalinya berbagai indikator moneter utama. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam asesmen terbarunya menegaskan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang baik serta mampu mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Koordinasi yang erat antarotoritas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung. (Kementerian Keuangan)  Bank Indonesia juga terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, bank sentral mengambil langkah-langkah kebijakan yang terukur untuk memastikan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu instrumen yang digunakan adalah kebijakan suku bunga acuan yang diarahkan untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan. Pada pertengahan 2026, Bank Indonesia menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen sebagai bagian dari strategi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga ekspektasi inflasi. Selanjutnya, pada Rapat Dewan Gubernur Juli 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen guna menjaga konsistensi kebijakan stabilisasi yang telah berjalan. (Bank Indonesia)  Plt. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan BI tetap berkomitmen menjamin kesinambungan pelaksanaan tugas dan kewenangannya. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan menjaga stabilitas moneter tidak hanya terlihat dari kebijakan suku bunga, tetapi juga dari kemampuan Indonesia mempertahankan kepercayaan pelaku pasar. Meskipun terjadi dinamika kepemimpinan di Bank Indonesia pada Juli 2026, berbagai kalangan ekonomi menilai transisi tersebut tidak mengganggu stabilitas pasar keuangan maupun prospek nilai tukar rupiah. Pelaku usaha dan investor tetap melihat bahwa kerangka kebijakan moneter Indonesia memiliki fondasi yang kuat serta didukung oleh institusi yang kredibel. Hal ini menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan kebijakan ekonomi nasional.   Selain itu, independensi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter terus menjadi perhatian utama berbagai pemangku kepentingan. Dukungan terhadap penguatan independensi bank sentral mencerminkan kesadaran bahwa stabilitas moneter merupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Berbagai pihak berharap kepemimpinan Bank Indonesia ke depan tetap konsisten dalam menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter nasional.   Di sisi lain, inflasi domestik tetap terkendali berkat koordinasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia. Penguatan pasokan pangan, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta optimalisasi distribusi logistik nasional turut membantu menjaga daya beli masyarakat. Stabilitas harga yang terjaga memberikan ruang bagi dunia usaha untuk terus berkembang dan mendorong aktivitas ekonomi yang lebih produktif.  Ketua Umum PERBANAS, Hery Gunardi menyampaikan Perbankan nasional tetap memiliki keyakinan terhadap kekuatan institusi BI beserta mekanisme tata kelolanya. Pihaknya percaya koordinasi antarotoritas akan tetap berjalan dengan baik sehingga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan sistem keuangan nasional tetap terjaga.  Ketahanan moneter Indonesia juga diperkuat oleh cadangan devisa yang memadai serta berbagai langkah stabilisasi di pasar valuta asing. Bank Indonesia secara aktif melakukan intervensi yang terukur untuk meredam volatilitas berlebihan dan menjaga mekanisme pasar tetap berjalan secara sehat. Langkah ini memberikan kepastian bagi pelaku usaha, khususnya yang memiliki aktivitas perdagangan dan investasi internasional.  Prospek ke depan juga menunjukkan arah yang positif. Dengan fondasi ekonomi yang kuat, koordinasi kebijakan yang semakin solid, serta komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, Indonesia memiliki ruang yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan global. Berbagai lembaga internasional masih menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap relatif kuat dibandingkan banyak negara berkembang lainnya. Bahkan ketika muncul dinamika kebijakan dan pergantian kepemimpinan di sektor ekonomi, lembaga pemeringkat internasional tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan prospek yang stabil.   Pada akhirnya, stabilitas moneter yang tetap terjaga dan terkendali merupakan hasil dari konsistensi kebijakan, penguatan koordinasi antarlembaga, serta kemampuan Indonesia dalam merespons berbagai tantangan global secara adaptif. Kondisi ini menjadi modal strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi yang semakin kokoh dan arah kebijakan yang terukur, Indonesia memiliki optimisme yang kuat untuk terus melanjutkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.  )* Pengamat Kebijakan Publik 

Read More

Pemerintah dan BI Tetap Solid Menjaga Pasar, Stabilitas Moneter Terjamin 

Oleh : Della Amanda )* Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan moneter di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Gejolak geopolitik, perubahan arah kebijakan suku bunga negara maju, hingga fluktuasi harga komoditas dunia masih menjadi tantangan yang memengaruhi pergerakan nilai tukar dan arus modal internasional. Meski demikian, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang semakin erat mampu menjaga kepercayaan pelaku usaha maupun investor terhadap perekonomian nasional. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting agar stabilitas ekonomi tetap terpelihara dan aktivitas dunia usaha dapat terus berjalan dengan baik.   Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama bank sentral. Menurutnya, BI terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter melalui pengelolaan suku bunga, stabilisasi nilai tukar, serta pendalaman pasar keuangan untuk menjaga inflasi tetap rendah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan tersebut juga diperkuat dengan kecukupan cadangan devisa Indonesia yang berada pada level aman sehingga mampu menopang kebutuhan pembayaran impor maupun kewajiban utang luar negeri pemerintah.   Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani, menilai koordinasi yang erat antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar. Menurutnya, ketika kebijakan fiskal dan moneter bergerak searah, pelaku usaha memperoleh kepastian terhadap arah kebijakan ekonomi nasional sehingga risiko gejolak di pasar keuangan dapat ditekan. Ia menjelaskan bahwa stabilitas moneter bukan hanya berkaitan dengan nilai tukar rupiah, tetapi juga menyangkut tingkat inflasi, suku bunga, dan kelancaran sistem pembayaran yang berdampak langsung terhadap dunia usaha maupun masyarakat.  Di sisi fiskal, pemerintah terus menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berulang kali menegaskan bahwa APBN berfungsi sebagai shock absorber yang mampu meredam dampak gejolak eksternal terhadap perekonomian domestik. Melalui pengelolaan fiskal yang disiplin, pemerintah memiliki ruang untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat investasi, serta mendukung berbagai program prioritas nasional tanpa mengabaikan kesinambungan fiskal.   Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menjelaskan bahwa pelaku pasar pada dasarnya lebih memperhatikan konsistensi kebijakan dibandingkan respons sesaat terhadap gejolak global. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi sinyal positif bagi investor karena menunjukkan adanya kesamaan arah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan komunikasi kebijakan yang jelas, ketidakpastian dapat diminimalkan sehingga volatilitas di pasar keuangan cenderung lebih terkendali.  Koordinasi kedua lembaga juga diwujudkan melalui forum-forum resmi seperti Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Melalui forum tersebut, berbagai potensi risiko terhadap sektor keuangan dapat dipantau sejak dini sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan apabila muncul tekanan dari dalam maupun luar negeri. Pendekatan yang bersifat preventif ini menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.   Stabilitas moneter yang tetap terjaga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Inflasi yang terkendali membantu menjaga daya beli, sementara stabilitas nilai tukar turut menciptakan kepastian bagi pelaku usaha yang bergantung pada perdagangan internasional. Di sisi lain, kondisi pasar keuangan yang relatif stabil turut mendukung penyaluran kredit perbankan kepada sektor produktif sehingga dunia usaha memiliki ruang untuk terus berkembang, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.  Ke depan, tantangan global diperkirakan masih akan berlangsung seiring dinamika ekonomi internasional. Namun, soliditas antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Dengan koordinasi kebijakan yang konsisten, pengelolaan fiskal yang hati-hati, serta kebijakan moneter yang kredibel, stabilitas ekonomi nasional diyakini tetap terpelihara. Kondisi tersebut menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat, menjaga optimisme dunia usaha, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.  Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai respons terhadap gejolak jangka pendek, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Koordinasi kebijakan yang konsisten, komunikasi yang transparan kepada pelaku pasar, serta kemampuan menjaga stabilitas moneter dan fiskal memberikan keyakinan bahwa Indonesia memiliki daya tahan yang kuat menghadapi ketidakpastian global. Dengan stabilitas yang tetap terjaga, iklim investasi menjadi lebih kondusif, aktivitas ekonomi terus bergerak, dan kesejahteraan masyarakat memiliki peluang untuk meningkat seiring terpeliharanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  )* penulis merupakan pengamat kebijakan ekonomi 

Read More

Super El Nino Diwaspadai, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Jakarta – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memperkuat sinergi menghadapi ancaman fenomena Super El Nino yang diperkirakan berpotensi memengaruhi ketahanan pangan nasional. Langkah antisipatif terus dipercepat melalui penguatan cadangan pangan, pengelolaan sumber daya air, hingga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), guna memastikan stabilitas produksi pertanian tetap terjaga di tengah penurunan…

Read More

Presiden Prabowo Beri Atensi Khusus Ancaman Super El Nino

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap potensi ancaman Super El Nino yang dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional. Presiden menginstruksikan seluruh pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi melalui penguatan cadangan pangan dan percepatan program pompanisasi guna menjaga produktivitas sektor pertanian. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengatakan Presiden meminta seluruh kepala daerah segera…

Read More
Back To Top