Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Pembangunan Papua menjadi salah satu agenda besar dalam kebijakan nasional. Berbagai program strategis yang tengah dijalankan menunjukkan arah baru untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih merata. Papua, dengan kekayaan alam dan keragaman budayanya, kini ditempatkan dalam prioritas pembangunan agar tidak lagi berada di pinggiran, melainkan menjadi bagian utama dari kemajuan Indonesia. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai sasaran dan membawa manfaat nyata.
Ketua Umum Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo, menegaskan bahwa keterlibatan publik dalam mendukung program pemerintah merupakan syarat vital agar pembangunan berjalan efektif. Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah provinsi Papua Barat maupun kabupaten-kabupaten di wilayah tersebut akan memperkuat proses perencanaan hingga pengawasan program. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pembangunan infrastruktur, harus diiringi dengan partisipasi aktif masyarakat agar setiap langkah pembangunan sesuai kebutuhan warga.
Dalam pandangan Clinton, kolaborasi ini akan memastikan program tidak hanya hadir sebagai wacana, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi persoalan nyata di masyarakat. Masyarakat yang terlibat akan merasa memiliki hasil pembangunan sehingga lebih menjaga, memanfaatkan, dan melanjutkan manfaatnya. Hal ini akan mempercepat proses adopsi teknologi, inovasi, dan kebijakan baru yang pada akhirnya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Papua.
Sejalan dengan hal itu, Bupati Yalimo, Nahor Nekwek, menegaskan kesiapannya untuk mendukung delapan program prioritas pemerintah pusat yang berlaku di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat yang telah menyalurkan sejumlah bantuan nyata, seperti 150 unit rumah untuk Kabupaten Yalimo. Menurutnya, bantuan tersebut akan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat akselerasi pembangunan.
Pihaknya juga menekankan bahwa dukungan masyarakat Yalimo, yang terdiri dari lima distrik dan lebih dari 300 kampung, sangat penting agar program pemerintah pusat berjalan efektif. Ia menyerukan agar seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintahan daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat sipil, memberikan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan juga tentang membangun solidaritas, rasa percaya, dan semangat bersama untuk membawa daerah lebih maju.
Dukungan terhadap program strategis di Papua tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari para pemimpin adat. Ketua Dewan Adat Malamoi Raya, Paulus Sapisa, menyampaikan bahwa masyarakat adat di Papua Barat Daya memberikan dukungan penuh terhadap program-program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan kehadiran negara yang nyata di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan pesisir yang selama ini sulit dijangkau layanan dasar pemerintah.
Paulus menekankan bahwa program seperti MBG dan Sekolah Rakyat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat adat yang menginginkan generasi muda sehat, berpendidikan, dan mampu bersaing. Program kesehatan gratis juga dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur medis. Ia berharap pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat adat, sehingga implementasi program benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dukungan masyarakat adat di Papua Barat Daya bahkan diwujudkan dalam deklarasi resmi mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menegaskan bahwa program pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi, tetapi juga dari sudut pandang budaya dan sosial. Masyarakat adat merasa dihargai sekaligus dilibatkan dalam pembangunan, yang memperkuat rasa kepemilikan mereka terhadap kebijakan pemerintah. Paulus juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam Papua. Menurutnya, masyarakat lokal harus dilibatkan mulai dari tahap perencanaan hingga pemanfaatan agar manfaatnya benar-benar kembali kepada rakyat Papua.
Pembangunan Papua membutuhkan dukungan multipihak. Pemerintah pusat telah menyalurkan berbagai program, pemerintah daerah siap mengimplementasikan, dan masyarakat adat membuka ruang kolaborasi. Ketiga elemen ini, jika berjalan seiring, akan menciptakan percepatan pembangunan yang berkelanjutan. Efek dominonya tidak hanya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga pada penguatan integrasi nasional. Papua yang kuat akan membuat Indonesia semakin kokoh di tengah kompetisi global.
Momentum dukungan ini juga memperlihatkan bagaimana Papua mulai menjadi pusat perhatian bukan hanya karena kekayaannya, melainkan juga karena komitmen pemerintah menjadikannya mitra sejajar dalam pembangunan. Dukungan masyarakat menjadi bahan bakar utama agar program tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar membumi dan memberikan manfaat nyata. Sinergi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan tokoh adat adalah pondasi baru bagi masa depan Papua yang lebih mandiri dan sejahtera.
Pemerintah pusat telah memberi arah, pemerintah daerah menyediakan ruang pelaksanaan, dan masyarakat adat menyalakan semangat kolektif. Sinergi ini harus terus dijaga, karena Papua yang berkembang tidak hanya membawa kebaikan bagi warganya, tetapi juga bagi seluruh bangsa. Dengan dukungan yang solid, Papua dapat menjadi cermin keberhasilan pembangunan inklusif yang menempatkan rakyat sebagai inti dari setiap kebijakan.
)* Penulis merupakan pengamat pembangunan Papua