Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam

JAKARTA — Pemerintah mempercepat penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dengan menggerakkan unsur pusat, daerah, TNI, BNPB, serta kementerian dan lembaga terkait secara terpadu. Langkah ini dilakukan menyusul gempa di Flores, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah daerah. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan situasi,…

Read More

Karhutla Diusut, Prabowo Minta Penelusuran Pemilik Korporasi Bermasalah

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kepolisian terus mengusut kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera. Hingga saat ini, terdapat 200 laporan polisi yang sedang diproses, dengan 138 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam Rapat Terbatas (Ratas) secara daring, Presiden meminta Kapolri melaporkan perkembangan penanganan terhadap pihak-pihak…

Read More

Pemerintah Siapkan Sanksi Izin bagi Korporasi Terbukti Terlibat Karhutla

JAKARTA — Pemerintah menyiapkan langkah tegas terhadap korporasi yang terbukti terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sanksi dapat diberikan secara berlapis, mulai dari pemulihan ekosistem, pembekuan izin hingga pencabutan izin dan hak guna usaha (HGU). Presiden Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum segera menyampaikan daftar korporasi yang tengah diproses terkait karhutla. “Saya minta segera…

Read More

Bantuan Beras hingga Desember Menjadi Tameng Rakyat Menghadapi Dampak El Nino

Oleh: Dwi Saputri )*  Pemerintah resmi memperpanjang penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras hingga Desember 2026. Keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi akibat rentetan bencana alam serta fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung.  Perpanjangan bantuan beras menunjukkan bahwa pemerintah menyadari dampak perubahan iklim tidak berhenti pada persoalan cuaca. El Nino dapat memengaruhi produksi pertanian, mengganggu pasokan pangan, serta mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. Dampaknya paling berat dirasakan keluarga miskin dan kurang mampu karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.  Keputusan tersebut juga didasarkan pada evaluasi pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat di tengah situasi darurat bencana, termasuk dampak erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia. Bencana tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga dapat merusak lahan pertanian, menghentikan kegiatan usaha, menghambat distribusi, dan mengurangi pendapatan keluarga terdampak.  Dalam keadaan seperti ini, bantuan pangan memiliki arti lebih besar daripada sekadar pembagian beras. Program tersebut menjadi tameng yang menjaga masyarakat agar tidak semakin rentan ketika pendapatan menurun dan harga kebutuhan berpotensi meningkat. Bantuan pangan yang semula direncanakan berakhir pada September pun dipastikan berlanjut hingga penghujung tahun.  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mempersiapkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk bantuan beras kepada 33,2 juta keluarga miskin atau kurang mampu sepanjang kuartal IV 2026. Besarnya anggaran dan cakupan penerima memperlihatkan kesungguhan pemerintah dalam menjaga daya beli sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial.  Airlangga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan berbagai program bantuan guna memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam pelaksanaannya. Bantuan yang terlambat berisiko kehilangan manfaat karena masyarakat membutuhkan dukungan ketika tekanan sedang berlangsung. Pemerintah karena itu tidak cukup hanya memastikan anggaran tersedia, tetapi juga harus mempercepat distribusi hingga bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.  Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan beras kepada penerima manfaat dalam kelompok desil 1 hingga desil 4, dengan jumlah sekitar 33,2 juta penerima. Kelompok tersebut merupakan masyarakat yang paling membutuhkan perlindungan ketika tekanan ekonomi dan risiko pangan meningkat.  Bantuan beras untuk periode Juli–September akan disalurkan secara rapel sehingga setiap penerima memperoleh 30 kilogram sekaligus. Skema penyaluran secara akumulasi atau rapel juga akan diterapkan pada Oktober. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan keluarga yang sempat menunggu penyaluran bantuan.  Meski demikian, skema rapel harus disertai pengawasan yang kuat. Pemerintah perlu memastikan data penerima telah diperbarui, kualitas beras tetap terjaga, serta tidak terjadi pemotongan maupun penyimpangan dalam distribusi. Transparansi mengenai jadwal, jumlah, dan lokasi penyaluran juga diperlukan agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaannya.  Dari sisi ketersediaan, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok beras pemerintah mencukupi untuk mendukung penyaluran bantuan hingga akhir tahun. Persediaan beras yang dikuasai Bulog saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton.  Perum Bulog mencatat kebutuhan beras yang akan didistribusikan hingga akhir tahun mencapai sekitar 997 ribu ton. Ketersediaan stok tersebut memberikan ruang yang memadai bagi pemerintah untuk menjalankan program bantuan tanpa mengabaikan kebutuhan stabilisasi pasokan dan harga beras di pasar.  Bulog juga akan mengoptimalkan seluruh sumber daya dan jaringan operasional yang dimiliki untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan. Jaringan hingga daerah harus dimanfaatkan agar bantuan tidak hanya cepat keluar dari gudang, tetapi juga sampai kepada penerima secara tepat jumlah, tepat mutu, tepat sasaran, dan tepat waktu.  Perpanjangan bantuan beras hingga Desember patut diapresiasi sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat di tengah ketidakpastian iklim dan bencana. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa perlindungan sosial ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.  Namun, keberhasilan program tidak boleh hanya dinilai dari besarnya anggaran, jumlah stok, ataupun banyaknya penerima. Ukuran utamanya adalah kemampuan bantuan tersebut menjaga kebutuhan pangan dan daya beli keluarga rentan. Oleh karena itu, koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan aparat pengawasan perlu terus diperkuat.  Masyarakat berharap bantuan beras tersebut dapat disalurkan secara merata, transparan, dan bebas penyimpangan. Pemutakhiran data penerima juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keluarga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat, sementara penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria dapat disesuaikan.  Dengan distribusi yang cepat, data yang akurat, serta pengawasan yang konsisten, bantuan beras dapat benar-benar menjadi tameng rakyat menghadapi dampak El Nino. Kehadiran negara pun akan dirasakan bukan sekadar melalui kebijakan di atas kertas, melainkan melalui tersedianya kebutuhan pokok di meja makan masyarakat hingga kondisi kembali stabil.  )* Pemerhati isu sosial-ekonomi 

Read More

Arahan Presiden Prabowo, Bantuan Beras 10 Kg Berlanjut hingga Akhir Tahun

Jakarta — Pemerintah memastikan program bantuan pangan berupa beras tetap berlanjut hingga akhir 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa keputusan Presiden tersebut…

Read More

Presiden Prabowo Perpanjang Bantuan Beras hingga Desember 2026

Jakarta, – Pemerintah memperpanjang program bantuan pangan berupa beras hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut memastikan masyarakat penerima manfaat tetap memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan untuk periode Oktober, November, dan Desember sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perpanjangan program bantuan pangan tersebut merupakan…

Read More

Aparat Keamanan Pastikan Kejar OPM Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya

JAYAWIJAYA — Aparat keamanan terus memburu pelaku penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang terjadi di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026). Polisi telah mengantongi ciri-ciri terduga pelaku berdasarkan keterangan saksi yang selamat dalam insiden tersebut. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan penyidik telah memeriksa saksi…

Read More

Penembakan ASN di Jayawijaya Dikecam dan Dinilai Melanggar Nilai Kemanusiaan

KUPANG – Penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026) menuai kecaman. Tindakan kekerasan tersebut dinilai tidak dapat dibenarkan karena para korban merupakan warga sipil yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Ketiga korban yakni Willi Mbuik (25), CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal…

Read More

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang penting ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika perekonomian global. Selain berkontribusi terhadap aktivitas produksi dan konsumsi domestik, sektor ini memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja, menjaga perputaran ekonomi daerah, hingga membantu menjaga stabilitas harga melalui rantai distribusi yang lebih dekat dengan masyarakat….

Read More

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

JAKARTA – Pemerintah memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional melalui konsolidasi berbagai program pemberdayaan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian target kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60,47 persen pada 2027. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan, target tersebut menjadi bagian dari sasaran kinerja Kementerian UMKM yang mencakup proporsi jumlah…

Read More
Back To Top