Dua Tahun Prabowo-Gibran, Publik Diajak Waspadai Provokasi Negatif

Jakarta – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, masyarakat diajak menjaga keamanan dan ketertiban serta mewaspadai provokasi negatif yang berpotensi memicu perpecahan. Momentum evaluasi pemerintahan diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi secara damai sekaligus memperkuat persatuan nasional.

Aktivis Pergerakan, Ammad mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga menekankan agar momentum dua tahun pemerintahan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu ketertiban umum.

“Pemerintah telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar suasana tetap damai dan kondusif. Seluruh elemen masyarakat perlu tetap waspada terhadap potensi provokasi. Jangan mudah terpancing oleh pihak mana pun yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban,” ujar Ammad,

Senada, Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, mengajak masyarakat menilai kinerja pemerintah secara objektif berdasarkan data dan fakta.

“Dalam negara demokrasi, kritik dan evaluasi itu wajar. Pemerintah perlu mendengar suara masyarakat dan pandangan para pakar. Namun, penilaian juga harus dilakukan secara objektif, berdasarkan data, fakta, serta dampak nyata kebijakan terhadap kehidupan rakyat,” ujar Habib Syakur.

Menurutnya, kritik tidak seharusnya menjadi pemicu polarisasi di tengah masyarakat. Sebaliknya, masukan yang disertai rekomendasi konkret dapat membantu pemerintah memperbaiki kualitas kebijakan dan memastikan manfaat program dirasakan masyarakat.

Sementara itu, CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib menilai momentum dua tahun pemerintahan perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat arah kebijakan nasional.

“Melalui diskursus hari ini, diskursus yang kita harapkan konstruktif dari para pakar hingga pemangku kebijakan yang hadir, kita jadikan momentum dua tahun pemerintahan ini sebagai ruang koreksi yang objektif, sekaligus suntikan energi positif bagi bangsa kita,” kata Mirdal.

Dengan demikian, peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum memperkuat dialog publik yang sehat. Masyarakat diimbau memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, tidak mudah terprovokasi, serta menyampaikan kritik secara bertanggung jawab demi menjaga persatuan dan stabilitas nasional. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top