Kesehatan Preventif dalam Dua Tahun Prabowo-Gibran Membuktikan Negara Hadir Sebelum Warga Sakit

Oleh: Andi Prasetyo )* 

Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan arah kebijakan kesehatan yang semakin menempatkan pencegahan sebagai bagian penting dari perlindungan masyarakat. Pendekatan preventif tidak hanya berbicara tentang pengobatan ketika warga sudah sakit, tetapi juga memastikan penyakit dapat dikenali lebih awal agar penanganan dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu wujud paling nyata dari perubahan pendekatan itu. 

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa CKG yang diluncurkan pada Februari 2025 telah menjangkau 108 juta orang. Jangkauan itu didukung ketersediaan layanan di 10.255 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi, sehingga pemeriksaan kesehatan dasar dapat diakses masyarakat secara lebih luas. Besarnya cakupan memperlihatkan bahwa upaya deteksi dini tidak lagi ditempatkan sebagai layanan yang hanya dimanfaatkan ketika seseorang merasakan keluhan. 

Melalui CKG, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan sebelum muncul gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mencakup sejumlah indikator penting seperti gula darah, tekanan darah, kolesterol total, trigliserida, High-Density Lipoprotein (HDL), hingga pemeriksaan paru-paru atau toraks. Informasi dari pemeriksaan itu menjadi dasar untuk mengenali faktor risiko dan mendorong masyarakat mengambil langkah kesehatan yang lebih cepat. 

Manfaat pendekatan preventif tersebut terlihat di Provinsi Banten yang mencatat CKG telah menjangkau 7,2 juta warga. Tingginya partisipasi menunjukkan masyarakat semakin terbuka terhadap pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh, bukan semata-mata mencari pengobatan ketika penyakit sudah muncul. Gubernur Banten, Andra Soni, menyebut tingginya minat warga sebagai tanda meningkatnya perhatian terhadap kesehatan. 

Di Kota Serang, misalnya, cakupan CKG telah mencapai 56 persen atau setara dengan 419 ribu warga. Andra menilai capaian itu memperlihatkan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis memiliki posisi penting dalam mendorong masyarakat mengenali kondisi kesehatannya masing-masing. Menurut dia, CKG juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. 

Gambaran serupa terlihat di Kabupaten Tangerang dengan cakupan yang bahkan telah melampaui target nasional. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 1,876 juta warga telah memanfaatkan CKG, melampaui target sebelumnya sekitar 1,6 juta orang atau 46 persen dari total sekitar 3,5 juta penduduk. Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan capaian itu menunjukkan respons masyarakat yang tinggi terhadap layanan pemeriksaan gratis. 

Besarnya cakupan di Tangerang juga memperlihatkan bahwa CKG mampu menjangkau kelompok masyarakat yang beragam. Mayoritas penerima manfaat berasal dari masyarakat umum dan pelajar, dengan jumlah peserta dari kalangan anak sekolah berkisar 700 ribu hingga 800 ribu jiwa. Pelibatan kelompok usia sekolah penting karena kebiasaan menjaga kesehatan dapat dibangun sejak dini sekaligus memungkinkan berbagai persoalan kesehatan dikenali lebih cepat. 

Hasil pemeriksaan di Kabupaten Tangerang memberikan gambaran mengapa deteksi dini menjadi penting. Hipertensi menjadi salah satu temuan dominan dengan sekitar lima persen dari jumlah cakupan CKG, sementara karies gigi banyak ditemukan pada kelompok anak atau pelajar. Temuan itu menunjukkan bahwa pemeriksaan preventif dapat membuka persoalan kesehatan yang mungkin sebelumnya tidak dianggap serius oleh masyarakat. 

Penguatan preventif juga berjalan bersamaan dengan perluasan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah. Pemerintah telah membangun dan meningkatkan 66 Rumah Sakit Umum Daerah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, dengan 20 rumah sakit baru di antaranya telah beroperasi. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat kesinambungan layanan ketika hasil deteksi dini menunjukkan kebutuhan pemeriksaan atau penanganan lanjutan. 

Perlindungan kesehatan masyarakat turut diperkuat melalui pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional. Pemerintah menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu, sehingga kemampuan ekonomi tidak menjadi penghalang utama untuk memperoleh layanan kesehatan. Kebijakan ini melengkapi pendekatan preventif dengan memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memiliki perlindungan ketika harus mendapatkan pelayanan medis. 

Ketersediaan tenaga medis juga menjadi bagian dari penguatan sistem kesehatan. Dalam 21 bulan terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. Untuk pertama kalinya, program studi spesialis juga hadir di 11 provinsi, memperluas kesempatan pendidikan kedokteran sekaligus mendukung pemerataan tenaga kesehatan dalam jangka panjang. 

Rangkaian kebijakan yang telah dilakukan itu menunjukkan bahwa kehadiran negara dalam bidang kesehatan semakin diarahkan dari hulu hingga hilir. CKG memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui risiko kesehatan lebih awal, fasilitas dan tenaga medis diperkuat untuk mendukung tindak lanjut, sementara pembiayaan JKN menjaga agar akses pelayanan tetap tersedia bagi kelompok yang membutuhkan. Dalam kerangka itu, kesehatan tidak hanya dipandang sebagai urusan pengobatan, tetapi sebagai investasi untuk menjaga kualitas hidup masyarakat. 

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan demikian memperlihatkan upaya membangun sistem kesehatan yang lebih mengutamakan pencegahan. Ketika jutaan warga dapat memeriksa kondisi kesehatan sebelum penyakit berkembang, negara hadir bukan hanya saat masyarakat membutuhkan pertolongan, tetapi sejak sebelum sakit datang. Pendekatan preventif inilah yang membuat perlindungan kesehatan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. 

)* Pengamat Kebijakan Kesehatan 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top