Jakarta,- Pemerintah terus memperkuat tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan kompeten. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memberikan pelatihan manajerial serta sertifikasi kompetensi kepada para calon manajer koperasi agar mampu mengelola usaha secara modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi bagi KDKMP untuk tumbuh sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 29.830 calon manajer KDKMP saat ini mengikuti pelatihan manajerial dan sertifikasi kompetensi yang telah diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelatihan yang berlangsung pada 17–29 Juli 2026 tersebut dilaksanakan di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia. Kurikulumnya mencakup 90 jam pelajaran yang terdiri atas 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi dengan fokus pada manajemen koperasi dan pengelolaan keuangan.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, mengatakan keberhasilan KDKMP tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan manajer dalam memahami potensi daerah, menyusun strategi bisnis, dan mengambil keputusan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.
“Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa,” kata Destry.
Ia menekankan bahwa setiap manajer harus aktif berkomunikasi dengan kepala desa, pengurus koperasi, dan masyarakat untuk menggali potensi wilayah yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Menurutnya, koperasi merupakan perusahaan berbasis komunitas sehingga model bisnis yang dibangun harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat desa agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Sementara itu, Pendiri The Local Enablers, Dwi Purnomo, yang menjadi fasilitator pelatihan, menekankan pentingnya kepemimpinan dan kemampuan membangun jejaring dalam mengembangkan koperasi. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak akan memperkuat ekosistem usaha KDKMP dan membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas.
“Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value,” ujar Dwi.
Pemerintah optimistis, melalui pelatihan intensif dan sertifikasi kompetensi BNSP, para manajer KDKMP akan memiliki kapasitas profesional dalam mengelola koperasi secara akuntabel, inovatif, dan berdaya saing. Dengan dukungan SDM yang kompeten, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu naik kelas menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari tingkat desa.