Jakarta – Pemerintah mulai mematangkan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026. Berbagai langkah strategis disiapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, menjaga daya beli, serta mengendalikan inflasi selama periode libur panjang yang diperkirakan berlangsung pada Maret 2026.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah penyiapan program stimulus ekonomi. Stimulus tersebut meliputi diskon transportasi lintas moda, diskon tarif tol, hingga penyaluran bantuan sosial. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perjalanan mudik sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah insentif untuk menyambut periode mudik Idulfitri. Menurutnya, lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran perlu diimbangi dengan kebijakan yang meringankan beban biaya perjalanan.
“Untuk menjelang hari raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan,” ujar Airlangga.
Selain stimulus ekonomi, kesiapan infrastruktur transportasi juga menjadi perhatian serius. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mematangkan kesiapan armada angkutan laut guna menghadapi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan selama Ramadan dan Lebaran 2026.
Kasubdit Pengukuran, Pendaftaran, dan Kebangsaan Kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Alwan Rasyid, menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pelayaran. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan kelaiklautan kapal, kesiapan awak kapal, serta sarana dan prasarana pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia.
“Secara umum Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sejumlah kapal negara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di berbagai wilayah Indonesia,” kata Alwan.
Ia menambahkan, peningkatan pengawasan dan pemeriksaan menjadi bagian dari kegiatan rutin yang diintensifkan menjelang periode angkutan laut Ramadan dan Lebaran. Hal ini penting mengingat potensi lonjakan penumpang yang signifikan, khususnya di wilayah kepulauan.
Alwan juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak jauh hari. Menurutnya, perencanaan yang baik akan membantu menjaga operasional kapal tetap sesuai dengan kapasitas yang ditentukan, sehingga aspek keselamatan pelayaran dapat terjaga.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, Kementerian Perhubungan membuka kemungkinan pemberian dispensasi tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. “Dispensasi akan diterapkan secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang,” ucap Alwan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang akan merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. (*)