Danantara Benahi Struktur BUMN, Pemerintah Dorong Pengelolaan Aset Lebih Produktif

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus memperkuat transformasi pengelolaan aset negara guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi nasional. Penataan struktur perusahaan negara menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memastikan aset publik mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Chief Executive…

Read More

Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui program konsolidasi besar-besaran yang dijalankan bersama Danantara. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan negara, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara akibat banyaknya entitas usaha yang tersebar di berbagai sektor. “Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan….

Read More

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Oleh : Antonius Utomo )* Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka…

Read More

Danantara dan Babak Baru Efisiensi BUMN Indonesia

Oleh : Dian Amanda Sasmi )* Transformasi badan usaha milik negara (BUMN) memasuki fase baru pada 2026 seiring menguatnya agenda reformasi korporasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, pemerintah mulai mendorong penataan besar-besaran terhadap struktur perusahaan pelat merah dengan tujuan memperkuat efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan memastikan aset negara…

Read More

MBG Dinilai Bantu Anak Belajar Tanpa Lapar, Publik Ramai Nyatakan Dukungan

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapatkan dukungan luas dari masyarakat karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia. Berbagai tanggapan positif yang berkembang di ruang publik menunjukkan bahwa masyarakat melihat MBG sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia,…

Read More

Masyarakat Rasakan Dampak Positif MBG, Dukungan Publik Terus Menguat

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus mendapatkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Sejumlah warga dan kelompok masyarakat mengaku telah merasakan manfaat nyata dari program tersebut, baik dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak maupun dalam mendorong pergerakan ekonomi di tingkat desa. Ketua DPN Tani Merdeka…

Read More

MBG di Mata Masyarakat: Dirasakan Manfaatnya, Dikawal Pelaksanaannya

Oleh: Yudhistira Wijaya )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah tantangan stunting, kekurangan gizi, serta ketimpangan akses pangan antardaerah, MBG hadir sebagai investasi jangka panjang yang bertujuan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang layak. Program ini…

Read More

Dukungan Masyarakat dan Legitimasi Sosial Program MBG

Oleh : Abdul Razak )*  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perannya sebagai salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, program ini juga memperoleh dukungan luas dari berbagai kalangan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi anak-anak, keluarga, pelaku usaha, hingga perekonomian daerah.  Dukungan masyarakat yang terus menguat menjadi indikator penting bahwa Program MBG telah memperoleh legitimasi sosial yang kuat. Kehadiran masyarakat, orang tua siswa, pelaku usaha mikro, pengelola dapur pelayanan gizi, hingga berbagai komunitas yang mendukung pelaksanaan program menunjukkan bahwa MBG tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi juga telah menjadi gerakan bersama untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.  Dosen Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Assc. Prof. Maulina Pia Wulandari, S.Sos., M.Kom., PhD, menilai bahwa dukungan masyarakat terhadap suatu kebijakan merupakan bagian penting dalam membangun legitimasi publik. Menurutnya, kehadiran penerima manfaat, orang tua siswa, pelaku UMKM, maupun pekerja dapur MBG dapat dipahami sebagai bentuk partisipasi yang wajar dari masyarakat yang merasakan manfaat program tersebut.  Partisipasi masyarakat tersebut menunjukkan bahwa MBG telah memberikan dampak positif yang dirasakan secara langsung di berbagai daerah. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan akses terhadap makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru melalui pemberdayaan usaha lokal dan penyerapan tenaga kerja.  Dari sisi ekonomi, keberlanjutan Program MBG mendapatkan dukungan yang kuat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menegaskan bahwa penerimaan pajak menjadi sumber pendanaan utama berbagai program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.  Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto menyampaikan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak yang terus positif mencerminkan kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional. Kinerja penerimaan pajak yang meningkat memberikan ruang bagi pemerintah untuk terus menjalankan agenda-agenda prioritas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.  Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai Rp940,31 triliun atau tumbuh 23,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan fondasi fiskal yang semakin kuat dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk MBG yang menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.  Selain memperoleh dukungan dari masyarakat dan pemerintah, Program MBG juga mendapatkan dukungan dari kalangan pelaku usaha yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan program tersebut karena dinilai memiliki arti penting bagi masa depan bangsa.  Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras menyatakan bahwa MBG merupakan program mulia dan strategis yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, program tersebut memiliki dampak besar dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.  APPMBGI juga menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam memastikan pelaksanaan MBG berjalan semakin baik, transparan, dan akuntabel. Dukungan tersebut mencerminkan optimisme para pelaku usaha terhadap keberlanjutan program yang telah memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.  Keberhasilan sebuah kebijakan publik tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga oleh tingkat penerimaan dan dukungan masyarakat. Dalam konteks tersebut, MBG menunjukkan perkembangan yang positif karena mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendorong partisipasi berbagai pihak dalam pelaksanaannya.  Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui dukungan masyarakat yang terus menguat, dukungan fiskal yang memadai, serta kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, Program Makan Bergizi Gratis memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi bangsa.  Ke depan, keberhasilan MBG diharapkan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung terwujudnya Indonesia Maju. Dukungan masyarakat yang terus tumbuh menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk memastikan program strategis ini berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi generasi masa depan Indonesia.  )* Penulis merupakan Analis Kebijakan 

Read More

Digitalisasi Bansos: Lebih Cepat, Bersih, dan Berkeadilan 

Oleh : Edo Setiadi )*  Transformasi digital yang terus dijalankan pemerintah Indonesia tidak hanya menyentuh sektor pelayanan publik, pendidikan, maupun kesehatan, tetapi juga sistem perlindungan sosial. Salah satu langkah strategis yang kini semakin gencar dilakukan adalah digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos). Melalui pemanfaatan teknologi digital, pemerintah berupaya memastikan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat dapat diterima secara lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan berkeadilan. Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, digitalisasi bansos menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.  Selama bertahun-tahun, penyaluran bantuan sosial sering menghadapi berbagai kendala, mulai dari data penerima yang tidak akurat, proses administrasi yang berbelit, hingga potensi penyimpangan dalam distribusi bantuan. Berbagai persoalan tersebut tidak hanya mengurangi efektivitas program, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, transformasi digital dalam sistem bansos hadir sebagai solusi yang mampu menjawab tantangan tersebut secara lebih komprehensif.  Digitalisasi memungkinkan pemerintah melakukan integrasi data penerima bantuan secara lebih akurat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan sistem basis data terpadu. Dengan adanya pemadanan data antarlembaga, pemerintah dapat meminimalkan terjadinya penerima ganda maupun inclusion dan exclusion error yang selama ini menjadi persoalan klasik dalam program perlindungan sosial. Data yang lebih valid menjadi fondasi utama agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.  Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah menargetkan penerapan penuh sistem digitalisasi pendataan penerima program bansos termasuk penyalurannya pada November 2026. Melalui program digitalisasi bansos ini, proses penyalurannya akan lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Saat ini, sistem digitalisasi bansos ini sudah diuji coba di 42 kabupaten atau kota dengan cakupan penerima 35 juta orang. Digitalisasi bansos atau yang disebut pula sebagai Porta Perlinsos ini hadir sebagai portal, bukan aplikasi, yang memungkinkan pendaftaran bantuan sosial hanya dengan NIK dan verifikasi wajah.  Kecepatan menjadi salah satu keunggulan utama digitalisasi bansos. Jika sebelumnya proses verifikasi dan penyaluran bantuan membutuhkan waktu yang relatif panjang, kini bantuan dapat disalurkan secara lebih efisien melalui sistem elektronik dan rekening penerima. Teknologi memungkinkan proses distribusi dilakukan secara real-time sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh haknya. Dalam situasi darurat, seperti bencana alam maupun gejolak ekonomi, kecepatan penyaluran bantuan menjadi faktor krusial dalam menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.  Selain lebih cepat, digitalisasi bansos juga menghadirkan tata kelola yang lebih bersih dan transparan. Setiap tahapan penyaluran bantuan dapat dilacak secara digital sehingga mempersempit ruang bagi praktik penyalahgunaan maupun manipulasi data. Sistem elektronik menciptakan jejak audit yang jelas dan mudah diawasi oleh berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pengawas, maupun masyarakat. Transparansi ini menjadi modal penting dalam memperkuat akuntabilitas program sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara.  Menteri Sosial Indonesia, Saifullah Yusuf, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembaruan data sosial dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, melainkan upaya menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat yang berhak menerima bantuan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital dalam program bansos memiliki tujuan yang lebih luas, yakni memperkuat kualitas perlindungan sosial nasional.  Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid yang menilai bahwa transformasi digital harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Digitalisasi layanan publik, termasuk bansos, merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang lebih responsif, efisien, dan transparan. Pemanfaatan teknologi yang tepat akan mempercepat pelayanan sekaligus memperkecil potensi kesalahan dalam proses administrasi.  Dari perspektif keadilan sosial, digitalisasi bansos memberikan peluang yang lebih besar bagi kelompok rentan untuk memperoleh akses bantuan secara setara. Sistem yang terintegrasi memungkinkan pemerintah menjangkau masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, hingga kelompok rentan lainnya dengan lebih efektif. Teknologi juga membantu pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.  Meski demikian, keberhasilan digitalisasi bansos tetap memerlukan dukungan berbagai pihak. Pemerintah perlu terus memperkuat kualitas data, memperluas akses internet, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta menjaga keamanan sistem dari ancaman siber. Di sisi lain, partisipasi masyarakat dalam memperbarui data dan memanfaatkan layanan digital secara bijak juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan transformasi ini.  Digitalisasi bantuan sosial bukan sekadar perubahan metode penyaluran bantuan, melainkan bagian dari reformasi besar dalam tata kelola perlindungan sosial Indonesia. Dengan sistem yang lebih cepat, bersih, dan berkeadilan, manfaat bantuan dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat yang membutuhkan. Transformasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan publik yang modern sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat. Di era digital saat ini, bansos yang tepat sasaran bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah keniscayaan yang semakin dekat dengan kenyataan.  )* Pengamat kebijakan publik 

Read More

Mengawal Penguatan Tata Kelola Pengadaan Batu Bara PLN

Oleh : Gavin Asadit )* Ketahanan energi terus menjadi salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendukung keberlanjutan pembangunan. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional, pemerintah memandang bahwa penguatan tata kelola energi primer tidak lagi dapat dipisahkan dari agenda reformasi sektor energi secara keseluruhan. Salah satu perhatian utama…

Read More
Back To Top